Mendes Sebut Akademi Sepak Bola Pesantren Jadi Terobosan Membangun Desa
Yandri menyebut, akademi sepak bola pesantren menjadi satu di antara cara terobosan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di desa.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Menteri Desa dan PDT RI, Yandri Susanto, menyebut akademi sepak bola berbasis pesantren sebagai salah satu terobosan dalam membangun SDM unggul di desa.
- Yandri menilai akademi tersebut memadukan pendidikan olahraga dengan penguatan karakter religius, sehingga menjadi langkah penting dalam pembinaan generasi muda.
- Akademi ini dirancang sebagai pusat inkubasi bakat dengan kurikulum yang tidak hanya fokus pada keterampilan fisik, tetapi juga pembinaan karakter berbasis nilai agama.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Desa dan PDT RI, Yandri Susanto menyebut, akademi sepak bola pesantren menjadi satu di antara cara terobosan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di desa.
Hal itu disampaikan Yandri saat membuka Liga Desa dalam rangka pembangunan Akademi Sepak Bola Josal di Sirambang, Pariaman, Sumatera Barat.
Akademi sepak bola berbasis pesantren tersebut digagas oleh anggota DPR RI Arisal Aziz.
Yandri menilai langkah mendirikan akademi sepak bola tersebut sebagai terobosan besar dalam memadukan pendidikan olahraga dengan penguatan karakter religius di Sumatera Barat.
“Ini langkah luar biasa, soalnya sangat jarang tokoh yang melakukan ini. Saya lihat Arisal Aziz benar-benar sangat peduli dengan membentuk SDM muda yang akan membangun bangsa ke depan,” kata Yandri Susanto dalam keterangannya Minggu (5/4/2026).
Pembangunan akademi sepak bola berbasis pesantren ini dirancang sebagai pusat inkubasi bakat generasi muda.
Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada asah keterampilan fisik di lapangan hijau, tetapi juga memberikan porsi besar pada pembinaan karakter yang berakar pada nilai-nilai agama bagi para santri atletnya.
Sebagai pemilik Indah Group, Arisal Aziz menegaskan kesiapannya untuk menjamin keberlangsungan akademi tersebut.
Sinergi finansial akan terus dijalin dengan PSSI Pusat, KONI daerah, hingga pemerintah setempat guna memastikan fasilitas dan program pelatihan berjalan sesuai standar profesional.
"Saya berkomitmen untuk mendukung kegiatan Asprov PSSI Sumbar melalui sepuluh perusahaan yang saya miliki. Komitmen ini insya Allah akan saya laksanakan demi kemajuan sepakbola Sumbar," kata Arisal Aziz.
Akademi sepak bola berbasis pesantren ini berdiri di atas lahan seluas 3 hektar dengan fasilitas penunjang yang lengkap.
Pada tahap awal operasionalnya, akademi diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 anak didik yang akan dipersiapkan menjadi tulang punggung sepak bola nasional di masa depan.
Baca tanpa iklan