Sosok Debt Collector yang Prank Damkar Semarang, Ngaku di Surabaya tapi Terdeteksi di Sleman
Debt collector prank Damkar Kota Semarang dengan membuat laporan kebakaran palsu di warung nasi goreng.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
“Hubungi kontak saya yang satunya ini pak (nomor dari penghutang),” ujarnya.
Petugas Damkar kemudian menanyakan alasan F tak merespons panggilannya. F pun kembali membalas.
F mengaku sebagai karyawan di warung tersebut. Ia tengah panik mencari pertolongan.
“Langsung ke alamat pak beliau lagi panik pak, saya karyawannya pak,ini lagi cari pertolongan terdekat,” tulis F dibarengi mengirimkan tautan lokasi.
Menindaklanjuti laporan itu, Damkar Kota Semarang langsung menerjunkan personel ke lokasi.
Namun, setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya kebakaran seperti yang dilaporkan.
Masih dalam percakapan itu, F akhirnya mengakui kesalahannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada petugas Damkar Kota Semarang.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak damkar,” tulisnya.
Pihak Damkar kemudian meminta F datang langsung ke Kantor sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Baca juga: DPR Kecam Tren Tagih Hutang Pakai Ambulans dan Damkar: Seakan Dibiarkan OJK
Akan tetapi, F menolak dengan alasan berada di luar kota. Ia mengaku tengah di Surabaya.
“Saya terlalu jauh pak, dari Surabaya,” tulis F.
Pihak Damkar pun tetap meminta kehadiran F dan memberinya tenggat waktu 2x24 jam.
“Kami tunggu dalam 2 x 24 jam kedatangan anda di kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Apabila tidak, akan kami teruskan ke jalur hukum,” tulis pihak Damkar.
F pun menyatakan kesiapannya bertanggung jawab, akan tetapi tidak memberikan kepastian untuk hadir.
Baca tanpa iklan