Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Kernet Bus ALS Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Saya Lompat Keluar 

Muhamad Fadli berhasil selamat setelah berupaya melompat dari dalam Bus ALS saat kobaran api mulai membesar dan melahap semua kendaraan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Kisah Kernet Bus ALS Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Saya Lompat Keluar 
HO/IST/Polres Muratara
EVAKUASI - Proses evakuasi jenazah korban tewas dalam insiden kecelakaan yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki minyak di Kabupaten Muratara. Terbaru, 4 korban teridentifikasi. 

Fadli menceritakan bahwa saat kejadian, sebagian besar penumpang sedang terlelap tidur. 

Hal inilah yang membuat mereka sulit menyelamatkan diri ketika api dengan cepat menjalar.

"Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke belakang diikuti tiga orang lainnya. Penumpang yang lain terjebak," ucapnya lirih.

Dari total 18 orang di dalam bus, hanya Fadli dan tiga rekannya yang kini bisa bercerita tentang tragedi maut tersebut. 

Kini Fadli masih menjalani perawatan atas luka-lukanya, sembari membawa ingatan yang sulit dilupakan dari peristiwa berdarah di bumi Muratara.

Berangkat dari Semarang ke Medan

Dia mengaku mobil bus tersebut berangkat dari Semarang pada tanggal 2 Mei 2026 dengan tujuan ke Medan, Sumut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Berangkat dari Semarang tanggal 2 Mei dan terakhir berhenti di SPBU wilayah Kota Lubuklinggau untuk mengisi BBM," jelasnya.

Baca juga: Daftar 10 dari 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Teridentifikasi, Termasuk Bayi 1,5 Tahun

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam perjalanan memang kondisi mobil sempat mengalami masalah, namun saat itu masih bisa diperbaiki dan akhirnya melanjutkan perjalanan.

"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki minyak terjadi di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (6/5/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, 16 orang tewas di tempat dengan kondisi terbakar, 3 orang mengalami luka berat, dan 1 orang hanya luka ringan.

Saat itu, seluruh korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Palembang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan identifikasi.

Sedangkan untuk 4 korban selamat, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.

Berikut adalah identitas korban meninggal: 

  1. Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
  2. Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
  3. Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
  4. Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
  5. Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
  6. Relodo – Penumpang Bus ALS.
  7. Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
  8. Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
  9. Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
  10. Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
  11. Celinton - Penumpang Bus ALS
  12. Hisyamsiah Bachri -  Penumpang Bus ALS
  13. Sukardi  -  Penumpang Bus ALS
  14. Salim  -  Penumpang Bus ALS
  15. Budiyanto  -  Penumpang Bus ALS
  16. Barhul Ulum  -  Penumpang Bus ALS
Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas