Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ashari Jadi Tersangka Pencabulan di Ponpes Pati, PWNU Jateng: Dia Bukan Kiai, tapi Dukun!

PWNU Jateng menegaskan Ashari bukanlah kiai tapi dukun. Sementara ponpes yang didirikannya awal mulanya adalah rumah yatim piatu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • PWNU Jateng menegaskan bahwa Ashari bukanlah seorang kiai tetapi berstatus sebagai tabib atau dukun. 
  • Ashari dikenal bisa melakukan penyembuhan sehingga banyak didatangi orang. Bahkan ada dugaan bahwa salah satu kliennya adalah aparat.
  • Selain itu, Ponpes Ndholo Kumolo awalnya adalah rumah yatim piatu. PWNU Jateng pun mempertanyakan langkah Kemenag terkait mekanisme pemberian izinnya.

TRIBUNNEWS.COM - Sosok Ashari, tersangka pencabulan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, masih menjadi sorotan.

Dirinya menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan pencabulan terhadap puluhan santriwati.

Dia sempat berstatus buron dan berhasil diamankan oleh polisi di sebuah petilasan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Kamis (7/5/2026) lalu.

Namun, ada fakta baru yang terungkap pasca penangkapan Ashari di mana dirinya bukanlah seorang kiai atau berstatus sebagai pengasuh pesantren.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin.

Rozin menyatakan Ashari merupakan tabib atau dukun yang membuka praktik ritual penyembuhan.

Rekomendasi Untuk Anda

Melalui kemampuan yang dimilikinya tersebut Ashari lantas mendirikan lembaga pendidikan.

"Dia itu sebetulnya bukan kiai. Dia tabib, dukun. Ini yang perlu kita klarifikasi sebetulnya yang di mana-mana itu disampaikan sebagai kiai," kata Rozin, Jumat (8/5/2026), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Kesaksian Warga Wonogiri saat Ashari Ditangkap, Ngaku Peziarah dan Sempat Menginap

Tak sampai di situ, Rozin juga menyebut bahwa banyak masyarakat yang datang ke Ashari untuk didoakan hingga menjalani ritual pengobatan.

Hal ini membuat Ashari memiliki relasi yang luas karena banyaknya klien yang datang kepadanya.

Bahkan, Rozin menduga ada aparat yang turut datang kepada Ashari.

“Kliennya bermacam-macam, mungkin juga ada dari aparat. Hal ini yang mungkin membuat yang bersangkutan percaya diri untuk tidak tersentuh hukum,” tuturnya.

Dengan fakta tersebut, Rozin menegaskan Ponpes Ndolo Kusumo yang didirikan dan dimiliki oleh Ashari bukanlah bagian dari Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU).

Adapun RMI NU merupakan lembaga PBNU yang bertugas untuk mengembangkan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.

Lembaga ini telah didirikan sejak tahun 1954 dan telah menaungi sekitar 23.000 pesantren NU di seluruh Indonesia.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas