Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ashari Jadi Tersangka Pencabulan di Ponpes Pati, PWNU Jateng: Dia Bukan Kiai, tapi Dukun!

PWNU Jateng menegaskan Ashari bukanlah kiai tapi dukun. Sementara ponpes yang didirikannya awal mulanya adalah rumah yatim piatu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Khusus di Jawa Tengah, total ada 4.000 pesantren yang berada di bawah naungan RMI NU.

“Pesantren itu (Ndholo Kusumo) bukan anggota RMI NU. Ini penting agar publik tidak menggeneralisasi seluruh pesantren akibat kasus individu ini,” kata Rozin.

Baca juga: Kabur ke Wonogiri Menyamar Jadi Peziarah, Warga Tak Ada yang Kenal dengan Kiai Cabul Ashari

Awalnya Rumah Yatim Piatu Lalu Jadi Sekolah

DITUTUP - Kondisi Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, yang ditutup, Minggu (3/5/2025). Terpasang juga pengumuman bahwa pondok pesantren menutup penerimaan santri baru. Hal ini merupakan imbas kasus kekerasan seksual yang menjerat pendiri Ponpes, Ashari.
DITUTUP - Kondisi Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, yang ditutup, Minggu (3/5/2025). Terpasang juga pengumuman bahwa pondok pesantren menutup penerimaan santri baru. Hal ini merupakan imbas kasus kekerasan seksual yang menjerat pendiri Ponpes, Ashari. (Tribunnews.com/TRIBUN JATENG/Dok. Warga)

Rozin mengungkapkan bahwa Ponpes Ndholo Kusumo awalnya adalah rumah yatim piatu dan kini berubah menjadi sekolah.

Ia pun mempertanyakan mekanisme pemberian izin dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait perubahan status tersebut.

“Saya sendiri tidak tahu bagaimana ceritanya rumah yatim ini mendapatkan izin pesantren. Mungkin Kemenag bisa menjawab hal ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rozin turut menyoroti lambatnya proses hukum oleh Polresta Pati terkait kasus pencabulan oleh Anshari ini.

Padahal pelaporan sudah dilakukan sejak tahun 2024 dengan pendampingan LBH Ansor. Namun, kasus ini baru viral dan pelaku berhasil ditangkap setelah viral di tahun ini.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya harap pelaku dihukum seberat-beratnya dan dalam proses hukum dia harus mengakui kalau dia bukan kiai,” pungkas Rozin.

Kronologi Penangkapan Ashari: Sempat Kabur hingga Jakarta, Kerap Pergi ke Petilasan

Ashari berhasil ditangkap di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Kamis dini hari sekira pukul 04.00 WIB.

Dikutip dari Tribun Jateng, dirinya terdeteksi sempat berpindah-pindah lokasi kabur dari Kudus, Bogor, Jakarta, hingga terakhir Wonogiri.

Namun, ada fakta menarik yang melingkupi kaburnya Ashari yakni dirinya kerap mengunjungi tempat-tempat keramat yang bernuansa spiritual seperti petilasan hingga pemakaman.

Justru, jejak di lokasi inilah yang menjadi petunjuk polisi untuk mempersempit gerak tersangka.

"Setiap tempat yang didatangi, kami selalu mendapatkan petunjuk terkait ciri-ciri tersangka. Sampai akhirnya kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sempat bertemu dan mengobrol dengan seseorang," kata Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama.

Baca juga: Pelarian Senyap Ashari Kiai Cabul Selama di Wonogiri: Sembunyi di Makam Keramat, Ngaku Puasa 3 Tahun

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, rute kabur Ashari terbilang tidak terjadwal secara rapi.

Pasalnya, ia kerap bertanya kepada warga setempat mengenai lokasi makam yang bisa diziarahi. 

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas