Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

UPDATE Bentrok Antarwarga di Adonara NTT, Belasan Rumah Terbakar dan 5 Warga Terluka

Bentrok susulan antarwarga kembali terjadi di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT, menyebabkan sedikitnya 12 bangunan terbakar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in UPDATE Bentrok Antarwarga di Adonara NTT, Belasan Rumah Terbakar dan 5 Warga Terluka
Tribun Flores/HO
RUMAH TERBAKAR - Rumah warga di Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, terbakar akibat konflik yang terjadi Sabtu (9/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bentrok susulan antarwarga kembali terjadi di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT, menyebabkan sedikitnya 12 bangunan terbakar dan sejumlah warga mengalami luka-luka.
  • Sebanyak 157 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk memperkuat pengamanan, melakukan patroli, dan mencegah konflik meluas di wilayah terdampak.
  • Aparat bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat terus melakukan pendekatan damai agar situasi keamanan di Adonara kembali kondusif dan aktivitas warga dapat normal kembali.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik susulan kembali terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang menyebabkan sejumlah rumah warga terbakar dan beberapa warga mengalami luka-luka, Sabtu (9/5/2026).

Bentrokan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antarwarga yang sebelumnya sempat mereda.

Dalam insiden terbaru tersebut, sedikitnya 12 bangunan dilaporkan hangus terbakar.

Lima orang warga juga mengalami luka akibat bentrokan yang terjadi di beberapa titik permukiman.

Aparat keamanan bergerak cepat untuk mencegah situasi meluas dan mengantisipasi aksi balasan antar kelompok.

Untuk mengendalikan kondisi keamanan, sebanyak 157 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan ke wilayah Adonara.

Pasukan gabungan disiagakan di sejumlah lokasi rawan guna memperkuat pengamanan serta menjaga situasi tetap kondusif.

Rekomendasi Untuk Anda

Pihak aparat juga melakukan patroli dan penjagaan intensif di wilayah terdampak konflik.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.

Sementara itu, warga terdampak melakukan evakuasi mandiri dan mengamankan barang-barang yang masih tersisa dari rumah mereka. 

Aparat bersama pemerintah daerah juga terus melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh adat guna mendorong penyelesaian konflik secara damai.

“Kami terus berupaya agar situasi kembali aman dan masyarakat tidak terprovokasi,” demikian salah satu pernyataan aparat di lapangan.

Terdengar 3 kali ledakan

Diketahui bentrok terjadi antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina.

Sekitar pukul 12.10 Wita, ledakan itu terdengar di belakang Pos Lewonara, tepatnya di area tempat anggota polisi melaksanakan pengamanan.

Ledakan itu diduga kaut merupakan bom rakitan.

Pasca ledakan itu terjadi, sejumlah warga Lewonara melakukan provokasi dengan menuduh aparat yang bertugas membiarkan warga Dusun Bele menyembunyikan bom rakitan di belakang pos pengamanan.

Massa dari Lewonara juga sempat melontarkan kata-kata bernada emosi dan memarahi anggota yang bertugas di pos. 

Mereka meminta aparat menghentikan penjagaan di lokasi tersebut serta mempertanyakan tugas aparat di lapangan. 

Namun  personel yang bertugas tidak terpancing provokasi dan tetap melaksanakan patroli serta penjagaan sesuai SOP pengamanan.

Sekitar pukul 16.15 Wita, aparat keamanan memperoleh informasi mengenai konsentrasi massa dari Desa Narasaosina yang mulai berkumpul di sekitar gapura desa berjumlah sekitar 100 orang.

Massa kemudian bergerak menuju Jalan Trans Adonara sambil membawa berbagai alat, seperti senjata rakitan, senjata tajam, anak panah, serta beberapa bom rakitan.

 

ADONARA - Aparat gabungan Polri, Brimob, dan TNI berjaga di Jalan Trans Adonara pascakonflik antarwarga Dusun Bele dan Lewonara.
ADONARA - Aparat gabungan Polri, Brimob, dan TNI berjaga di Jalan Trans Adonara pascakonflik antarwarga Dusun Bele dan Lewonara. (HO/IST)

 

Setibanya di lokasi perbatasan, kelompok massa dari Desa Narasaosina melakukan penyerangan terhadap warga Dusun Bele, Desa Waiburak. 

Serangan tersebut kemudian dibalas oleh warga setempat sehingga terjadi aksi saling serang antara kedua kelompok.

Situasi konflik semakin meluas di sepanjang Jalan Trans Adonara dan menyebabkan masyarakat sekitar panik serta meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.

Personel gabungan dari Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, Brimob, dan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan segera bergerak melakukan pengendalian massa serta upaya pemisahan terhadap kedua kelompok warga yang bertikai.

Dalam insiden tersebut, massa dari Desa Narasaosina diduga membakar sembilan unit rumah milik warga Dusun Bele, Desa Waiburak, yang mengakibatkan kerugian material cukup besar.

Aparat gabungan kemudian melakukan penyekatan dan penghalauan terhadap kedua kelompok massa hingga situasi perlahan dapat dikendalikan dan kembali kondusif.

Ditemukan Bom Rakitan

Saat bentrokan berlangsung, personel gabungan yang melakukan pengamanan menemukan satu buah bom rakitan di sekitar lokasi konflik. 

Bom tersebut langsung diamankan guna mencegah ledakan dan jatuhnya korban jiwa.

Kini situasi mulai kondusif. Kedua kelompok warga berhasil dihalau dan dipukul mundur oleh personel gabungan yang bertugas di lapangan.

Kondisi kampung dan jalan yang gelap akibat minimnya penerangan listrik turut menyulitkan proses pemantauan dan pengamanan oleh aparat.

Dari pihak kepolisian tidak terdapat korban jiwa. 

Sementara itu, korban jiwa dari kedua kelompok warga hingga kini belum dapat diidentifikasi secara pasti.

Pada pukul 19.00 Wita, bertempat di halaman Biara DST, dilaksanakan apel konsolidasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Flores Timur, AKP Eduardus Nuru, S.H., didampingi para pejabat utama Polres Flores Timur serta Wadanki 1 Yon B Pelopor Maumere. 

Apel tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekan personel dan evaluasi situasi kamtibmas pascakonflik.

Hingga kini, personel gabungan Polres Flores Timur, Brimob, dan TNI masih disiagakan di wilayah perbatasan, tepatnya di Biara Susteran DST Santa Theresia Sahabat Anak-anak Yesus, guna mengantisipasi konflik lanjutan maupun aksi balasan dari kedua kelompok warga.

Penulis: Arnol Welianto

Artikel ini sudah pernah tayang di Tribunflores.com dengan judul Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT, 5 Orang Terluka 12 Bangunan Ludes Terbakar

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas