Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pacu Jalur Kuansing 2026 Mulai 14 Juni, Kondisi Arena Tepian Lubuok Sobae Disorot

Pacu Jalur Kuansing 2026 dimulai 14 Juni, sorotan publik tertuju pada kondisi arena Tepian Lubuok Sobae yang retak dan amblas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Pacu Jalur Kuansing 2026 resmi digelar mulai 14 Juni, namun kondisi arena Tepian Lubuok Sobae di Baserah jadi sorotan. 
  • Sejumlah titik dilaporkan retak dan amblas, menimbulkan kekhawatiran keselamatan pengunjung. 
  • Tokoh masyarakat mendesak pemerintah segera evaluasi teknis agar kerusakan tidak meluas

TRIBUNNEWS.COM - Pacu Jalur Kuansing 2026 resmi digelar mulai 14 Juni mendatang.

Namun, sorotan publik tertuju pada kondisi arena utama di Tepian Lubuok Sobae yang dinilai belum sepenuhnya siap menyambut ribuan penonton dan peserta.

Kondisi Tepian Arena Pacu Jalur di Baserah Disorot

Kondisi kawasan arena Pacu Jalur Tepian Lubuok Sobae di Baserah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, mulai menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah bagian pelataran di area tepian sungai dilaporkan mengalami retak dan penurunan struktur tanah.

Beberapa titik di kawasan tersebut tampak mengalami kerusakan berupa retakan memanjang dan permukaan yang amblas di dekat tepian sungai.

Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pengunjung, terutama saat area dipadati masyarakat pada kegiatan budaya maupun aktivitas harian.

Tokoh masyarakat muda asal Baserah, Barry Eko Lesmana, mengatakan kerusakan yang terjadi perlu segera mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi lebih parah.

Rekomendasi Untuk Anda

“Di beberapa titik sudah terlihat amblas dan retak cukup panjang. Jika terus dibiarkan, ini bisa membahayakan pengunjung yang datang,” ujarnya.

Baca juga: Festival Pacu Jalur 2025, Lone Survivor PUBG Mobile Beri Semangat Tim yang Berkompetisi

Menurut Barry, kawasan Tepian Lubuok Sobae selama ini menjadi salah satu ruang publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk saat pelaksanaan tradisi Pacu Jalur.

Ia menilai kondisi struktur di kawasan tepian sungai memang memerlukan pengawasan berkala karena memiliki tingkat kerentanan terhadap abrasi dan pergeseran tanah.

Barry berharap Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dapat melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi infrastruktur di kawasan tersebut serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut.

“Pencegahan perlu dilakukan lebih awal agar kerusakan tidak meluas,” katanya.

Selain menjadi lokasi aktivitas masyarakat, Tepian Lubuok Sobae juga dikenal sebagai salah satu area pendukung pelaksanaan tradisi Pacu Jalur yang menjadi agenda budaya tahunan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Kalender Pacu Jalur Kuansing 2026 Resmi Dirilis

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi resmi merilis kalender pelaksanaan Pacu Jalur tahun 2026.

Tradisi budaya tahunan masyarakat Kuansing itu dijadwalkan berlangsung di enam kecamatan mulai Juni hingga Agustus 2026, dengan puncak acara nasional dipusatkan di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.

Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, mengatakan rangkaian Pacu Jalur 2026 akan diawali di Kecamatan Inuman pada 12–14 Juni 2026 di Tepian Tigo Muaro.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas