Mengintip Layanan Pengurusan Paspor Kolektif di Toraja Utara, Hanya Dibuka Sebulan Sekali
Layanan paspor kolektif di Toraja Utara ramai, Ditjen Imigrasi hadirkan program Eazy Passport untuk mudahkan warga.
Penulis:
Ibriza Fasti Ifhami
Editor:
Glery Lazuardi
"Tetapi kalau ada lebih, seperti hari ini ya, kuotanya 50 tetapi sudah terlaksana 54 orang. Dan kemungkinan lebih. Jadi, kalau ada masyarakat yang datang, tetap kami akan melayani," ucap Friece.
Baca juga: Layanan Paspor di CFD Jakarta, Imigrasi Sebut untuk Jawab Kebutuhan Masyarakat
Sementara itu, Inspektur Kabupaten toraja Utara Anugrah Yaya Rundupadang menjelaskan, pelayanan paspor kolektif ini merupakan kerja sama Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan dengan Pemkab Toraja Utara.
Tak hanya pelayanan paspor kolektif, lanjutnya, kerja sama itu juga dilakukan melalui program Desa Binaan yang lebih berfokus pada fungsi pengawasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Kami juga membentuk WhatsApp Group (WA) tiap (dibuka) ini, pengurusan (paspor). Misalnya pengurusan hari ini, dibentuk WA group sehingga masyarakat itu terlayani baik itu pengantarannya nanti dari Palopo," ucap Anugerah, saat ditemui.
"Kemudian terkait dengan Desa Binaan, kami juga terus berkoordinasi mengenai pengawasan perdagangan orang. Itu sudah jalan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, kalau di sini Lembang, itu sudah berjalan koordinasinya," pungkas dia.
Rencana Pembangunan Kantor Imigrasi di Toraja Utara
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan Friece Sumolang berencana mendirikan kantor imigrasi di Kabupaten Toraja Utara.
Usulan itu disampaikan Friece Sumolang, dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Brach Silambi, di kantor Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Rabu (20/5/2026).
Friece menyampaikan, secara geografis Kabupaten Toraja Utara berada di daerah pegunungan.
Selain itu, kantor imigrasi terdekat dari Toraja Utara yakni di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, yang jaraknya terpaut cukup jauh.
Ia menilai, pembangunan kantor imigrasi di Toraja Utara akan memudahkan pemberian akses layanan untuk masyarakat, satu diantaranya terkait pengurusan paspor.
"Jadi terkait dengan rencana kita mengusulkan pembangunan kantor imigrasi di Toraja, ini keterkaitan dengan bagaimana pendekatan pelayanan kepada masyarakat," kata Friece, kepada wartawan, Rabu.
"Kalau jarak kita melihat jarak dari kantor imigrasi Palopo maupun kantor imigrasi Parepare tentu ini (Toraja Utara) naik seperti yang disampaikan oleh Pak Wakil Bupati tadi bahwa ini naik gunung gitu kan, cukup jauh gitu ya dengan medan yang cukup menantang gitu ya," tambahnya.
Adapun pertimbangan lainnya, Friece mengatakan, pelayanan keimigrasian menjadi hal penting mengingat daerah Toraja sebagai kawasan pariwisata.
"Di sini adalah daerah pariwisata, dunia mengenal Toraja, gitu, maka kami akan menghadirkan pelayanan keimigrasian di Toraja, baik memberikan pelayanan maupun perlindungan kepada masyarakat, kemudian juga bagaimana kita juga melakukan pengawasan dan penegakan hukum dan menjaga kedaulatan negara," ucapnya.