Kronologi Perampokan Toko Emas Wonokromo Surabaya, 3 Lansia Dipukuli hingga Luka-Luka
Perampokan brutal di ruko emas Surabaya, tiga lansia luka lebam. Pelaku masuk lewat atap, rampas ATM, anting, dan ponsel.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Perampokan brutal terjadi di ruko emas Wonokromo, Surabaya, Kamis (21/5) dini hari.
- Tiga lansia penghuni rumah dianiaya pelaku yang masuk lewat atap genteng.
- Korban dipaksa beri PIN ATM, anting emas dan ponsel dirampas. Emas di etalase toko selamat.
- Polisi buru pelaku dengan olah TKP dan rekaman CCTV
TRIBUNNEWS.COM - Aksi perampokan brutal terjadi di sebuah rumah toko (ruko) perhiasan emas di kawasan Jalan Pasar Wonokromo Baru 7C, Surabaya, Kamis (21/5/2026) dini hari.
Dalam kejadian tersebut, tiga penghuni lansia mengalami luka lebam setelah dianiaya pelaku yang diduga masuk dengan menjebol atap genteng rumah.
Ketiga korban masing-masing berinisial UW (62), TA (62), dan TSG (70).
UW dan istrinya TA mengalami luka lebam di wajah, sementara TSG yang merupakan kakak kandung TA juga mengalami luka akibat kekerasan pelaku.
Para korban sempat mendapatkan penanganan medis dari PMI Surabaya di lokasi kejadian sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan.
Pelaku Diduga Masuk Lewat Atap Rumah
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda Wasito Adi, mengatakan pihaknya telah memeriksa empat orang saksi yang terdiri dari korban dan warga sekitar.
“Kami sudah mintai keterangan. Sementara itu ada baru 4 saksi yang kami mintai keterangan,” ujarnya, Kamis siang.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga beraksi seorang diri dan membawa senjata tajam jenis pisau untuk mengancam korban.
“Iya, pakai satu pisau,” kata Adi.
Polisi juga menemukan lubang pada bagian atap genteng sisi barat rumah korban yang diduga menjadi akses masuk pelaku.
Genteng disebut dicopot untuk menciptakan celah sebelum pelaku turun ke dalam rumah dan mendobrak pintu kamar korban.
“Mendobrak pintu depan pelakunya. Tapi indikasi dari atas juga. Jadi naik dari genteng itu kemudian turun dobrak pintu kamarnya korban,” jelasnya.
Baca juga: Penyanderaan Usai Perampokan Bank Gegerkan Jerman, Polisi Kepung Kota Sinzig
Korban Dipaksa Berikan PIN ATM
Setelah berhasil masuk ke rumah, pelaku langsung menganiaya korban menggunakan benda tumpul. UW disebut menjadi korban yang paling banyak dipukuli karena dipaksa memberitahukan nomor PIN ATM miliknya.
Menurut keterangan warga sekitar berinisial ZB, kepala korban bahkan sudah diperban saat pertama kali ditolong warga.
“Iya dipaksa, sudah dibilang pin-nya berapa. Akhirnya ngomong pin-nya berapa,” ujar ZB.