Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Petasan Meledak, Pemilik Rumah di Kepanjen Malang Tewas Setelah 2 Jam Dirawat di RS

Sarbini (48), warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur meninggal dunia akibat terkena ledakan petasan di rumahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Petasan Meledak, Pemilik Rumah di Kepanjen Malang Tewas Setelah 2 Jam Dirawat di RS
Tribun Jatim/Luluul Isnainiyah
KORBAN LEDAKAN PETASAN - Petugas kepolisian melakukan olah TKP di rumah Sarbini di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia meninggal dunia usai terkena ledakan petasan di rumahnya, Sabtu (23/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sarbini (48), warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur meninggal dunia akibat terkena ledakan petasan di rumahnya, Sabtu (23/5/2026).
  • Polisi mendapati korban tergeletak di lantai rumahnya.
  • Dua jam setelah mendapatkan penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia.
 


TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Sarbini (48), warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur meninggal dunia akibat terkena ledakan petasan di rumahnya, Sabtu (23/5/2026). 

Polisi mendapati korban tergeletak di lantai rumahnya.

Baca juga: Ledakan Petasan di Pekalongan: 1 Orang Tewas, Korban Kehilangan Lengan

Kapolsek Kepanjen, Kompol Subijanto mengatakan pihaknya menerima laporan petasan meledak di sebuah rumah di Jalan Dhoho, Desa Jenggolo sekira pukul 11.30 WIB. 

"Kami mendapatkan laporan dari perangkat desa bahwa terjadi sebuah ledakan di dalam rumah milik Sarbini," kata Subijanto ketika dikonfirmasi.

Usai mendapatkan laporan, pihaknya bersama anggota kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). 

 

Rekomendasi Untuk Anda

 

Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan untuk dilakukan penanganan medis. 

Dua jam setelah mendapatkan penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia. 

Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, mulai dari kepala hingga kaki. 

Sementara itu rumah korban mengalami kerusakan cukup parah.

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP hingga penyelidikan termasuk meminta keterangan para saksi. 

"Penyidik telah mengirimkan hasil Visum Et Repertum (VER) kepada RSUD Kanjuruhan untuk dilakukan autopsi terhadap korban," jelasnya. 

Ia menyampaikan, keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi kepada korban. 

Keluarga menerima atas meninggalnya korban. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas