Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Misteri Kematian Mahasiswi Unhas di Kampus, Sempat Kirim Voice Note ke Teman

Mahasiswi Unhas Gowa ditemukan tewas misterius di belakang Gedung Arsitektur, keluarga menolak autopsi, polisi terus selidiki.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Suasana kampus Unhas Gowa gempar setelah PJT (19) ditemukan tewas di belakang Gedung Arsitektur. 
  • Polisi memastikan barang korban utuh, namun posisi terpisah. 
  • Voice note terakhir korban mengisyaratkan tindakan berbahaya. 
  • Autopsi ditolak keluarga, meski penyelidikan tetap berjalan dengan pemeriksaan saksi dan CCTV

TRIBUNNEWS.COM - Suasana senyap di belakang Gedung Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Kampus Gowa, mendadak gempar pada Senin (18/5/2026) malam.

Seorang mahasiswi berinisial PJT (19) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertelungkup di atas paving block sekitar pukul 21.00 WITA.

Kematian mahasiswi semester awal tersebut hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Meski tim Forensik Biddokes Polda Sulsel menemukan sejumlah luka di tubuh korban, kepastian penyebab kematiannya belum dapat dipastikan setelah pihak keluarga menolak proses autopsi.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, menjelaskan jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan kampus yang sedang melakukan patroli rutin.

“Awalnya petugas keamanan kampus sedang berpatroli rutin seperti biasa. Di area belakang gedung arsitektur, ia dikagetkan dengan sesosok perempuan yang sudah tergeletak dalam posisi tertelungkup,” jelas Ipda Andi Muhammad Alfian saat dikonfirmasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Bontomarannu dan diteruskan ke Satreskrim Polres Gowa untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ada indikasi pencurian atau perampokan karena seluruh barang berharga milik korban ditemukan dalam kondisi utuh.

Namun, posisi barang-barang korban ditemukan terpisah. Sepeda motor dan kacamata berada di area bawah gedung, sedangkan tas berisi laptop, sepatu, dan telepon genggam ditemukan rapi di rooftop atau lantai 4 Gedung Arsitektur.

Polisi juga mengamankan sebuah benda tumpul di sekitar lokasi kejadian. Meski begitu, penyidik belum dapat memastikan apakah benda tersebut berkaitan langsung dengan kematian korban.

Penyelidikan kemudian mengarah pada pesan suara terakhir yang dikirim korban kepada salah satu rekannya bernama Ani.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, sebelum ditemukan meninggal dunia, PJT sempat mengirim voice note yang berisi isyarat akan melakukan tindakan yang membahayakan dirinya.

“Isi rekaman suara tersebut intinya menjelaskan bahwa almarhumah berniat melakukan hal-hal yang membahayakan atau menghilangkan nyawanya sendiri. Karena panik, rekannya langsung bergegas ke lokasi, namun setibanya di sana korban sudah ditemukan meninggal dunia,” beber Ipda Alfian.

Hingga kini, polisi membenarkan adanya temuan luka pada tubuh korban berdasarkan hasil visum luar. Namun, penyebab luka tersebut belum dapat disimpulkan secara pasti karena autopsi batal dilakukan.

Pihak keluarga diketahui telah menandatangani surat penolakan autopsi dan membuat video pernyataan resmi sebelum membawa jenazah korban ke rumah duka di Jalan Agus Salim Sombau, Gowa.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas