Misteri Kematian Mahasiswi Unhas di Kampus, Sempat Kirim Voice Note ke Teman
Mahasiswi Unhas Gowa ditemukan tewas misterius di belakang Gedung Arsitektur, keluarga menolak autopsi, polisi terus selidiki.
Editor:
Glery Lazuardi
Meski demikian, Polres Gowa menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan.
“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk mencari bukti petunjuk. Sejauh ini sudah 11 saksi kami periksa, mulai dari teman kampus, security, hingga keluarga korban,” tegas Ipda Alfian.
Saat ini penyidik masih mengumpulkan berbagai bukti tambahan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar kampus.
Namun, proses itu terkendala karena area belakang gedung yang menjadi lokasi kejadian dikenal minim pencahayaan dan berada di luar jangkauan kamera pengawas.
Baca juga: Kronologi 3 Korban Tewas Terlindas Grader & Nasib Kelanjutan Proyek Perbaikan Jalan Desa di Banjar
Kronologi Mahasiswi Arsitektur Unhas Ditemukan Tewas di Kampus
Seorang mahasiswi Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin (Unhas), ditemukan meninggal dunia di area kampus Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin (18/5/2026) malam.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di jalanan beton belakang Gedung Arsitektur kampus Unhas.
Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Gowa, Ipda Muh Alfian, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh rekannya sendiri setelah mengirim pesan suara atau voice note (VN) yang mencurigakan.
“Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya,” kata Ipda Muh Alfian kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan kronologi yang dihimpun polisi, sekitar pukul 18.50 WITA, salah seorang saksi menerima pesan suara dari korban.
Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan kalimat yang membuat rekannya panik.
“Bisa jadi saya sudah tidak ada (meninggal) dan silahkan cari saya di belakang kampus (Gedung Arsitek),” demikian isi pesan suara korban.
Usai menerima pesan itu, saksi langsung bergerak menuju kampus Unhas sambil menghubungi rekan lainnya untuk membantu mencari korban.
Sekitar pukul 19.00 WITA, saksi tiba di area kampus dan bergegas menuju parkiran belakang Gedung Arsitektur.
Tak lama kemudian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tengkurap di jalan beton dan tidak bergerak.
Saksi kemudian meminta bantuan rekan lainnya untuk mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.