Bobby Nasution Ungkap Listrik di Sumut Kembali Menyala 100 Persen Hari Ini
Bobby Nasution memastikan listrik Sumut pulih 100 persen usai blackout Sumatera. PLN jelaskan gangguan cuaca, pemulihan sistem kini normal kembali
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Eko Sutriyanto
"Nah ini terjadi, kemudian kedua sirkuitnya trip sehingga jalur 500 kV keluar dari sistem. Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang," ucapnya.
Ia mengatakan ketika aliran arus yang biasanya menuju jalur timur menuju dari selatan ke utara itu putus, maka aliran tadi berbalik ke selatan dan berpindah ke arah barat, ke arah 275 kV.
"Nah, perpindahan arus tadi tersebut, itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing, atau biasanya kita kenal dengan osilasi. Jadi tegangan maupun frekuensi berosilasi sangat tinggi pada saat itu karena berpindahnya ke arah 275 kV tadi," tuturnya.
Menurutnya, ketika osilasi tersebut sampai pada satu tahap teknikal tertentu, maka di jalur barat atau di jalur 275 kV, itu juga perlu mengisolasikan diri agar jangan sampai power swing tadi itu menyebabkan gangguan yang lebih luas.
"Nah ketika trip, maka terpisah sistem di Sumatera. Ada bagian selatan yang berlebih dengan pembangkit, di situ frekuensinya tinggi. Kemudian ada di sisi utara yang kekurangan pembangkit, di situ frekuensinya rendah," jelasnya.
Baca juga: KPK Cecar Eks Kepala BBPJN Sumut Terkait Pengembangan Kasus Korupsi Proyek Jalan
"Di bagian selatan, karena frekuensinya rendah, ada beberapa pembangkit yang kemudian trip, lalu ada defense scheme kami yang bekerja sehingga sistem di sisi selatan kemudian normal. Tidak ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar daerah Palembang, tidak ada padam," sambungnya.
Karena frekuensi rendah, kata Edwin, pembangkit-pembangkit ada yang tidak tahan, kemudian trip, lalu terjadi domino effect.
"Trip satu, kemudian pembangkit-pembangkit lain frekuensinya semakin turun, kemudian akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua, sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, di Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh mengalami pemadaman," ungkapnya.
Selanjutnya, ketika sistem transmisi normal, maka berikutnya akan beralih ke sistem pembangkitan. Pembangkit-pembangkit ada kami bagi dalam tiga bagian besar.
"Ada pembangkit-pembangkit diesel dan pembangkit-pembangkit gas yang siap untuk black start. Kami masukkan black start, mereka dapat menyala sendiri ya, karena ada bahan bakarnya di situ, menyala sendiri," ucapnya.
Sejatinya, pada Minggu (24/5/2026) sekira pukul 06.17 WIB, aliran listrik sudah menyala semua. Namun, karena masih ada pembangkit PLTU yang belum menyala ini hanya bertahan hingga pukul 18.00 WIB.
"Ketika beban magrib naik lagi bebannya, masih ada kekurangan sekitar 200 sampai 300 MW. Terpaksa kami padamkan kembali, tetapi itu berlangsung dari jam 18.36 sampai jam 20.15, kurang lebih 2 jam kurang. Kemudian bisa kita normalkan kembali seiring demand yang semakin turun dan pembangkit kami mulai masuk," jelasnya.
Untuk itu, Edwin mewakili PLN meminta maaf atas peristiwa blackout yang terjadi sehingga mengganggu aktivitas warga khususnya di Sumatra.
"Insya Allah pada hari ini, pembangkit-pembangkit besar sudah masuk, seperti di Pangkalan Susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk. Insyaallah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera," tukasnya.