Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Motif Pria di Lampung Tembak Pedagang Ayam Geprek hingga Tewas: Dipicu Soal Utang Piutang

Polda Lampung ungkap motif penembakan ASN Dedi Christian Agung, pelaku nekat karena utang Rp1 juta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Polda Lampung mengungkap motif penembakan ASN Lampung Tengah Dedi Christian Agung di Kota Metro.
  • Pelaku FJP nekat menembak korban usai cekcok soal utang Rp1 juta di usaha ayam geprek korban. 
  • Peristiwa berdarah itu disaksikan istri dan anak korban. Polisi menegaskan kasus ditangani serius hingga tuntas

TRIBUNNEWS.COM - Polda Lampung mengungkap motif di balik kasus penembakan yang menewaskan pedagang ayam geprek sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) Lampung Tengah, Dedi Christian Agung (DCA), di Kota Metro.

Kasus tersebut diekspos dalam konferensi pers di Mapolda Lampung pada Senin (25/5/2026).

Baca juga: Alasan Pelaku Pembunuhan ASN di Lampung Menyerahkan Diri ke Polisi: Takut Ditembak

Motif Penembakan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, mengatakan pelaku berinisial Fajar Jaya Putra (FJP) nekat menghabisi nyawa korban karena persoalan utang sebesar Rp1 juta.

“Jadi untuk modus operandinya tersangka datang ke tempat usaha korban, kemudian melakukan penagihan terhadap utang korban sebesar Rp1 juta,” kata Kombes Pol Indra Hermawan saat konferensi pers di Mapolda Lampung.

“Pelaku menagih utang kepada korban karena tidak dibayar kepada tersangka,” lanjutnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa berdarah itu terjadi di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, pelaku mendatangi lokasi usaha ayam geprek milik korban hingga keduanya terlibat cekcok mulut.

Situasi kemudian memanas hingga pelaku mengeluarkan senjata api dan menembak korban.

“Korban terjatuh setelah ditembak oleh tersangka dan korban meninggal dunia,” ujar Indra.

Korban diketahui merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah yang juga bekerja sampingan sebagai penjual ayam geprek.

Kesaksian Istri

Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban, terutama sang istri, Vita Lestari, yang menyaksikan langsung penembakan di depan kedua anak mereka yang masih kecil.

Vita menuturkan, awalnya korban mengira pelaku hanya datang untuk berbincang biasa.

“Awalnya suami saya mengira hanya mengobrol biasa. Mungkin dia juga sungkan karena di depan bos pemilik tempat cucian itu. Tapi saya tidak tahu kenapa pelaku kemudian emosi,” ujar Vita dengan suara bergetar.

Menurut Vita, pertengkaran berujung perkelahian setelah pelaku sempat melayangkan pukulan kepada korban.

Namun situasi berubah mencekam ketika pelaku mengambil pistol dari tas selempang kecil yang dibawanya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas