Viral Bocah Ngelem di Jembatan Ampera Palembang, Polisi Amankan Sejumlah Anak
Polrestabes Palembang bergerak menindaklanjuti fenomena soal adanya aktivitas anak jalanan yang menyalahgunakan lem berisi zat adiktif itu.
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Video viral memperlihatkan anak-anak ngelem aibon di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, hingga sempoyongan berjalan.
- Polrestabes Palembang menindaklanjuti fenomena tersebut dengan penyisiran, pendataan, serta pembinaan anak-anak secara persuasif.
- Polda Sumsel mengajak masyarakat meningkatkan pengawasan anak demi mencegah penyalahgunaan zat adiktif dan kriminalitas.
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG- Sejumlah video viral di media sosial yang memperlihatkan bocah tengah asyik ngelem aibon di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan.
Salah satunya diunggah oleh seorang selebgram dengan akun instagramnya bernama @wawaadjie. Di dalam videonya, ia merasa prihatin adanya anak-anak yang menghirup lem aibon sebagaimana diunggah pada Kamis (28/5/2026).
Terlihat anak tersebut memegang sebuah plastik yang sudah diisi lem dan terus menghirupnya. Bahkan, dari cara berdiri dan berjalan, anak itu terlihat seperti sempoyongan diduga efek ngelem.
Selain itu, konten kreator lain juga membuat unggahan yang sama. Dalam videonya, terlihat ada dua anak yang melakukan aktivitas yang sama.
Terkait itu, Polrestabes Palembang bergerak menindaklanjuti fenomena soal adanya aktivitas anak jalanan yang menyalahgunakan lem berisi zat adiktif itu.
Langkah responsif dan humanis ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program perlindungan anak nasional sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di ruang publik.
"Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan generasi muda terlindungi dari pengaruh negatif lingkungan dan zat adiktif," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Sonny Mahar Budi Adityawan dalam keterangannya, Kamis.
Ia mengatakan pihaknya pun melakukan penyisiran di sekitar kawasan Pasar 16 Ilir dan area bawah Jembatan Ampera pada Selasa, (26/5/2026) sekitar pukul 17.22 WIB.
Dalam kegiatan itu, petugas berhasil mengamankan sejumlah anak di bawah umur selanjutnya didata, diperiksa dan dibina secara persuasif.
Sonny menegaskan penanganan terhadap anak-anak tersebut dilakukan dengan pendekatan perlindungan dan pembinaan, bukan semata-mata penindakan hukum.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Palembang dan pihak keluarga agar proses penanganan berjalan sesuai prosedur perlindungan anak," ucapnya.
Sonny menambahkan langkah ini dilakukan sejalan dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia unggul.
Baca juga: Perkara Ditegur karena Ngelem di Rumah, Pria 31 Tahun di Kalbar Tikam Ayahnya Sendiri
Selain itu, penanganan dini terhadap kenakalan remaja jalanan dinilai penting guna mencegah potensi tindak kriminalitas lanjutan, penyalahgunaan zat adiktif, eksploitasi anak, hingga gangguan keamanan di kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menuturkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam melindungi masa depan anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan sosial.