Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pencoretan Cathlyn dari Seleksi Paskibraka Sulsel Tuai Polemik, Pakar Soroti Transparansi

Pencoretan Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar dari seleksi Paskibraka Sulsel menuai sorotan sejumlah pihak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pencoretan Cathlyn dari Seleksi Paskibraka Sulsel Tuai Polemik, Pakar Soroti Transparansi
Istimewa
SELEKSI PASKIBRAKA - Sosok Cathlyne Yvaine Lesmana, Paskibraka Sulsel yang disebut sempat masuk tiga besar namun tergantikan peserta lain secara mendadak. Polemik ini menuai sorotan dari berbagai pihak. 

Selain itu, Muslim Arbi menilai kemampuan Cathlyn yang disebut menguasai bahasa Inggris dan Mandarin semestinya menjadi nilai tambah dalam seleksi menuju tingkat nasional.

“Kalau memang siswi itu punya kemampuan bahasa asing dan prestasi bagus, mestinya diapresiasi. Jangan sampai anak-anak berprestasi kehilangan kesempatan karena faktor nonteknis,” ujarnya.

Tanggapan PPI Makassar

Sebelumnya, Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Makassar Muhammad Fahmi mengatakan pihaknya menilai mekanisme penilaian tidak terbuka.

"Tim penilai kan banyak unsur, dari informasi kami himpun. Teman-teman tidak bisa masuk dalam ruang penilaian," ujarnya, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Ia menuturkan kegiatan seleksi dilakukan secara terbuka, namun penilaiannya tidak transparan.

"Tapi penilaian pengumuman ini kenapa tertutup dan dua kali dilaksanakan."

"Satu kali dulu, baru dikeluarkan pendamping. Penilaian selanjutnya baru diumumkan. Kita tidak permasalahkan siapapun lolos," kata Fahmi.

BPIP Angkat Bicara

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat Fuad Lutfi menepis isu rasisme dan diskriminasi dalam seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Ia membantah narasi yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. 

Fuad menegaskan peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu. 

“Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,” ujarnya, Kamis, (28/5/2026), dilansir laman resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Fuad juga memberi penjelasan mengenai penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. 

Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.

Ia mengatakan penggunaan bahasa daerah itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum karena akan mewakili daerahnya.

Terkait polemik yang ramai di media sosial, Fuad meminta masyarakat melihat seleksi secara utuh dan bijaksana, tidak hanya berdasar potongan informasi yang beredar di media sosial saja. 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas