Sosok F, Eks Artis Terlibat Sindikat Scammer Internasional di Solo, Bertugas VC Korban
Polda Jateng bongkar sindikat love scamming & pig butchering di Solo Raya, libatkan mantan artis, rugi Rp41,1 miliar.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Polda Jateng ungkap sindikat penipuan internasional bermodus love scamming & pig butchering di Solo Raya.
- Seorang mantan artis berinisial F berperan sebagai model video call untuk meyakinkan korban asing.
- Sindikat meraup Rp41,1 miliar dari 133 korban.
- Polisi amankan 39 tersangka dari 7 lokasi operasi
TRIBUNNEWS.COM - Polda Jawa Tengah membongkar sindikat penipuan internasional bermodus love scamming dan pig butchering yang beroperasi di wilayah Solo Raya.
Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial F yang disebut berasal dari kalangan mantan artis atau figur publik.
Peran Mantan Artis Berinisial F
F diduga berperan sebagai model video call untuk meyakinkan para korban yang mayoritas merupakan warga negara asing.
Saat jumpa pers di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah, Senin (1/6/2026), sebuah meja rias dengan kaca bundar turut dipamerkan sebagai barang bukti.
Pada bagian depannya tertulis "Meja Rias Ruang Model".
Meja tersebut diduga menjadi salah satu sarana yang digunakan dalam operasi penipuan internasional bermodus pig butchering atau love scamming yang berpusat di Sukoharjo dan Surakarta.
Dari tempat itu, F diduga melakukan panggilan video dengan korban-korban di luar negeri untuk memperkuat skenario penipuan yang telah disusun jaringan pelaku.
Selain meja rias, polisi juga menyita puluhan telepon seluler, komputer, monitor, laptop, hingga buku panduan percakapan yang digunakan para tersangka untuk menjerat korban melalui aplikasi kencan dan media sosial.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih menjelaskan, F memiliki tugas khusus saat korban mulai meminta bukti identitas orang yang selama ini berkomunikasi dengan mereka.
"Model yang dapat kami amankan ini tugasnya melayani video call sesuai yang diinginkan korban, sementara peran marketing yang mencari korban. Apabila korban membutuhkan keyakinan, maka yang tampil bukan marketing tetapi model," kata Kombes Himawan.
Menurutnya, keberadaan model menjadi bagian penting dalam skema penipuan tersebut karena berfungsi memperkuat hubungan emosional yang telah dibangun oleh operator.
"Karena marketing ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ditawarkan," imbuh dia.
Saat ditanya mengenai latar belakang perempuan yang diamankan tersebut, Himawan hanya memberikan keterangan singkat.
"Yang jelas model dari mantan artis, itu saja," ungkapnya.
Penyidik belum mengungkap identitas lengkap F karena proses penyidikan masih berlangsung.