TNI Lakukan Uji Balistik usai Proyektil yang Kenai Mahasiswi UNP Berhasil Diangkat
TNI bakal menguji balistik proyektil yang diangkat dari tubuh korban peluru nyasar di UNP untuk mengungkap asal peluru.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- TNI masih menyelidiki kasus peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Universitas Negeri Padang.
- Proyektil berhasil diangkat dari paha kiri salah satu korban melalui operasi pada Selasa malam.
- Kondisi korban dilaporkan stabil dan telah berkumpul kembali dengan keluarganya.
- Proyektil yang diamankan akan menjalani uji balistik guna mengidentifikasi asal dan jenis peluru.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (2/6/2026) menjadi perhatian publik.
Proyektil yang diduga nyasar dari tempat latihan TNI tersebut pun kini sedang dalam uji balistik.
Uji balistik merupakan serangkaian pemeriksaan ilmiah terhadap proyektil dan senjata api untuk melacak jejak, mengidentifikasi jenis senjata, dan menentukan lintasan atau dampak tembakan.
Pengujian ini sering digunakan dalam investigasi forensik kriminal dan pengujian ketahanan material.
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) menyatakan telah bergerak cepat melakukan penyelidikan sejak menerima laporan adanya korban akibat peluru nyasar.
"Kami sudah mendapat informasi bahwa ada saudara kita yang terkena peluru nyasar,"
"Kami dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan investigasi untuk mendapatkan kronologis yang lengkap dan mengetahui bagaimana peristiwa itu bisa terjadi," ujar Kapendam XX/TIB Letnan Kolonel Kav Taufiq, Rabu (3/6/2026).
Mengutip TribunPadang.com, Taufiq menuturkan tim medis telah berhasil mengangkat proyektil dari paha kiri korban pada Selasa malam.
"Alhamdulillah proses operasi pengeluaran proyektil berhasil dilaksanakan,"
"Saat ini korban yang terkena peluru nyasar sudah dalam kondisi stabil, sudah bisa diajak berbicara dan sudah berkumpul dengan keluarga,"
"Harapan kami proses pemulihannya berjalan cepat," katanya.
Baca juga: Kondisi Korban Peluru Nyasar di UNP: Mahasiswi Sosiologi Masih Dirawat, Warga Sipil Boleh Pulang
Proyektil yang kini jadi barang bukti utama ini kini dalam proses penyelidikan.
Namun, Taufiq masih belum bisa memastikan asal proyektil tersebut dari mana karena masih menunggu hasil uji balistik.
"Kami memang sudah mendapatkan satu proyektil yang berada di paha kiri korban dan sudah berhasil dikeluarkan,"
"Namun proyektil ini masih perlu dilakukan uji balistik yang tentunya membutuhkan waktu," jelas Taufiq.