Mahasiswi UNP Diduga Kena Peluru Nyasar, Saksi: Mahasiswa Panik usai Korban Berdarah-darah
Mahasiswa UNP trauma usai peluru nyasar melukai dua orang di halaman rektorat. TNI kini menyelidiki asal proyektil.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Uji balistik merupakan serangkaian pemeriksaan ilmiah terhadap proyektil dan senjata api untuk melacak jejak, mengidentifikasi jenis senjata, dan menentukan lintasan atau dampak tembakan.
Pengujian ini sering digunakan dalam investigasi forensik kriminal dan pengujian ketahanan material.
Kondisi Korban
Rektor UNP, Krismadinata mengatakan, salah satu korban merupakan mahasiswi Prodi Sosiologi UNP dan korban lainnya merupakan seorang pria warga sipil yang saat itu tengah berada di lokasi.
"Memang kejadian itu terjadi kemarin sore. Ada dua orang korban dan salah satunya adalah mahasiswi UNP Program Studi Sosiologi," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Keduanya, ujar Krimadinata, langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina setelah pihak kampus mendapatkan laporan.
Selain itu, pihak kampus juga langsung menghubungi Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Arif Gajah Mada.
"Kami langsung menangani, ambulans dan tim medis UNP segera membawa korban ke rumah sakit terdekat, yaitu RS Hermin,"
"Karena kebetulan dekat dengan batalyon, kami juga langsung menghubungi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Arif Gajah Mada untuk berkoordinasi," ujarnya, dikutip dari TribunPadang.com.
Ia menuturkan, setelah dihubungi pihak kampus, latihan anggota TNI di sekitaran lokasi langsung berhenti.
"Alhamdulillah respons Pangdam sangat cepat. Latihan yang berada di sekitar sana langsung dihentikan saat itu juga dan situasi dapat dikendalikan," katanya.
Diketahui, lokasi latihan anggota TNI hanya berjarak 800 meter dari kampus.
Baca juga: Tak Cuma Dipukul dan Ditendang, WNI yang Ditahan Israel Juga Ditembak dengan Peluru Karet
Krismadinata mengatakan, korban laki-laki sudah pulih.
"Satu korban laki-laki sudah pulih lebih awal. Dia bukan mahasiswa UNP, kebetulan masyarakat yang berada di kampus saat itu," katanya.
Sedangkan korban mahasiswi masih dalam perawatan.
"Korban mahasiswa hanya satu orang, yaitu mahasiswi Program Studi Sosiologi dan saat ini masih dalam perawatan," tambahnya.