Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Santri di Lombok Tengah: Dibakar Senior hingga Luka Bakar 80 Persen 

Sahid (13) santri Ponpes Rusydah Lombok Tengah angkat bicara atas kasus perundungan yakni dibakar senior hingga luka bakar 80 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pengakuan Santri di Lombok Tengah: Dibakar Senior hingga Luka Bakar 80 Persen 
Tribun Lombok/Ahmad Wawan Sugandika
TIGA SANTRI DIBAKAR - Sahid Al Hudri (13) menceritakan peristiwa yang menyebabkan dirinya mengalami luka bakar hingga sebagian besar tubuhnya di Lombok Tengah, Kamis (4/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sahid (13) santri Ponpes Rusydah Lombok Tengah angkat bicara atas kasus perundungan yang menimpanya.
  • Sahid menyebut sang senior memang sengaja membakar dia dan dua rekannya,
  • Kini Sahid mengalami luka bakar 80 persen dan malu keluar rumah.

 

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK TENGAH - Sahid Al Hudri (13), seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Rusydah, Desa Mantang, Lombok Tengah akhirnya angkat bicara atas kasus perundungan yang menimpanya

Sahid, anak kedua dari pasangan Rum dan Harimah, kini harus menanggung derita akibat luka bakar 80 persen yang menyelimuti tubuhnya setelah diduga sengaja dibakar di dalam ruangan yang terkunci.

Saat ditemui Tribun Lombok, Sahid terlihat duduk dengan muka murung.

Nampak luka bakar disekujur tubuhnya ditutupi oleh kain.

 

Sengaja Dibakar

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan kesaksian Sahid, peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat ia dan teman-temannya disuruh masuk ke dalam sebuah ruangan.

Di dalam ruangan tersebut, seorang kakak kelas telah menyiapkan bensin dan menyiramkannya

Sahid menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah sebuah kecelakaan atau permainan. 

Baca juga: Kasus Bullying Berujung 3 Santri Dibakar, Orang Tua Laporkan Ponpes ke Polres Lombok Tengah 

Saat ditanya apakah pelaku melakukannya karena main-main, Sahid menjawab dengan tegas, “sengaja,” ucapnya Kamis (4/6/2026) sembari menunduk.

Sahid menceritakan bahwa pintu ruangan tersebut ditutup dengan keras hingga sulit dibuka, memerangkap dirinya bersama dua teman lainnya di dalam api yang mulai berkobar.

“Terjebak kami bertiga, orang yang ngebakar bisa dia keluar,” kata Sahid.

Salah satu dari rekan Sahid dikabarkan telah meninggal dunia akibat luka bakar yang dideritanya.

 

Dipicu Dendam

Aksi keji ini diduga dipicu oleh rasa dendam pelaku. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas