Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Misteri 123 Titik Api di Sleman, Keluarga Agusyani Satukan Ikhtiar Sains dan Doa

123 titik api misterius di Sleman belum terpecahkan. Keluarga Agusyani memilih memadukan doa bersama dan penelitian ilmiah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Misteri 123 Titik Api di Sleman, Keluarga Agusyani Satukan Ikhtiar Sains dan Doa
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
KEMUNCULAN SLEMAN - Setelah 19 hari dihantui kemunculan api misterius yang telah mencapai 123 titik, keluarga Agusyani di Seyegan, Sleman, memilih menempuh dua jalur sekaligus untuk mencari jawaban: sains dan doa. 

Ringkasan Berita:
  • Setelah 19 hari dihantui 123 titik api misterius, keluarga Agusyani di Seyegan, Sleman, menempuh dua ikhtiar sekaligus: doa dan sains 
  • Warga akan menggelar doa bersama sembari mendengarkan hasil sementara penelitian tim UGM
  • Sejumlah petunjuk mulai ditemukan, mulai dari gas hidrogen, dugaan gas fosfin, hingga anomali bawah tanah, namun penyebab pasti kemunculan api berulang masih menjadi misteri

 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN – Setelah 19 hari dihantui kemunculan api misterius yang telah mencapai 123 titik, keluarga Agusyani di Seyegan, Sleman, memilih menempuh dua jalur sekaligus untuk mencari jawaban: sains dan doa.

Di satu sisi, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah lembaga terkait terus mengumpulkan data untuk mengungkap penyebab fenomena kebakaran berulang tersebut.

Di sisi lain, keluarga bersama warga dan relawan akan menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar batin menghadapi peristiwa yang hingga kini belum terpecahkan.

Doa bersama dijadwalkan berlangsung Kamis (11/6/2026) malam ini di kediaman Agusyani, Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan.

"Kami mengundang tetangga dan relawan yang selama ini membantu berjaga. Semoga segera ditemukan jalan keluar dan penyebab pastinya bisa diketahui," kata Agusyani, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Api Misterius di Sleman, Kondisi Psikologis Korban hingga Bisnis Usaha Keluarga Terganggu

Rekomendasi Untuk Anda

Menariknya, acara tersebut tidak hanya diisi pembacaan Surat Yasin dan doa bersama, tetapi juga akan menjadi forum penyampaian hasil sementara penelitian yang dilakukan para ahli selama beberapa pekan terakhir.

Keluarga berharap perpaduan pendekatan spiritual dan ilmiah itu dapat memberikan kejelasan terkait penyebab munculnya api misterius yang telah meresahkan lingkungan sekitar.

“Kami memohon doa agar segera ditemukan jalan keluar dan penyebab pastinya bisa diketahui. Semoga para peneliti diberi kesehatan dan kemudahan, dan keluarga kami diberi kekuatan menghadapi ujian ini,” katanya.

Sejauh ini, para peneliti menemukan sejumlah petunjuk awal, mulai dari keberadaan gas hidrogen, dugaan gas fosfin yang mudah terbakar, hingga anomali bawah tanah yang terdeteksi melalui pemindaian georadar dan geolistrik.

Meski berbagai temuan awal mulai mengerucut, penyebab pasti kemunculan api yang telah muncul lebih dari seratus kali itu masih belum dapat dipastikan.

Peneliti Siapkan Alat Khusus

Sementara itu, tim peneliti dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan (DTGL) Fakultas Teknik UGM berencana melakukan pengukuran ulang untuk memastikan keberadaan gas fosfin (PH3) yang diduga berperan dalam fenomena kebakaran tersebut.

Dosen DTGL UGM, Dr. Sarju Winardi, mengatakan pengujian masih menunggu kedatangan alat khusus yang mampu mendeteksi gas fosfin secara akurat.

“Ada kemungkinan dilakukan pengecekan kembali karena kami berencana mendatangkan alat untuk mengukur gas fosfin. Namun alat tersebut masih belum datang dari vendor,” ujar Sarju.

Menurutnya, keberadaan gas fosfin masih sebatas dugaan dan perlu pembuktian ilmiah lebih lanjut. Berbeda dengan gas hidrogen (H2) yang sebelumnya telah terdeteksi melalui pengukuran langsung di lokasi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas