Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Janda di Ogan Ilir Sumsel Tewas Diracun Pacar Brondong, Korban Mengaku Hamil

Tersangka mengajak korban ke perkebunan karet di Tanjung Miring hingga terjadi pembunuhan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in Janda di Ogan Ilir Sumsel Tewas Diracun Pacar Brondong, Korban Mengaku Hamil
dok. Kompas
Polsek Pondok Aren menangkap jambret usai merampas tas milik perempuan tua bernama Siti Yuliati (79) di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (8/5/2024). 
Memuat video…

SD ternyata seorang pemakai narkoba jenis sabu-sabu. 

Awalnya, Bagus menginterogasi tersangka yang dihadirkan usai konferensi pers.

"Kamu pakai narkoba, ya?" tanya Bagus. 

"Iya, Pak. Sabu," ucap tersangka.

"Dapat dari mana? Berapa banyak?" tanya Bagus lagi.

"Beli (paket) Rp50 ribu," ungkap tersangka yang mengaku membeli sabu di salah satu desa wilayah Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir.

Baca juga: Detik-Detik Pembunuhan Bocah Bilqis, Pelaku Muncul 18 Menit Usai Korban Tiba di Rumah

Bagus pun menasihati tersangka bahwa tak seharusnya melakukan perbuatan membunuh korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Cinta Beda 11 Tahun

SD mengungkapkan masa awal perkenalan dengan korban YS. 

Berawal saat SD menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir.

Ia selalu menerima kebaikan dari korban yang bertugas sebagai juru masak di ponpes.

"Korban orangnya baik. Kalau masak, selalu kasih saya makanan dan saya, iya (jatuh cinta)," kata SD saat diwawancarai TribunSumsel.com, Sabtu (13/6/2026).

Selalu berjumpa hampir setiap hari, hubungan tersangka dan korban semakin intens, hingga akhirnya menjalin asmara.

Diakui tersangka, hubungan diam-diam itu dilakukan saat ia masih menjadi santri.

"Di ponpes tidak mungkin dibolehkan pacaran. Saya dan dia (korban) pacaran diam-diam," ungkap SD.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas