Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
Live
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Habisi Pacar yang Hamil 3 Bulan, Remaja di Ogan Ilir Sumsel Dijerat Pasal Berlapis

Sandeno mengaku belum siap secara mental maupun finansial untuk menikahi korban dan memikul tanggung jawab sebagai seorang ayah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in Habisi Pacar yang Hamil 3 Bulan, Remaja di Ogan Ilir Sumsel Dijerat Pasal Berlapis
HO/IST/Tribunsumsel.com/Agung Dwipayana
PELAKU PEMBUNUHAN- Tersangka pembunuhan wanita hamil diperlihatkan di Polres Ogan Ilir, Senin (15/6/2026) pagi. Tersangka mengungkapkan penyesalan dan meminta maaf pada keluarga korban. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Sandeno (18) ditangkap polisi setelah membunuh kekasihnya, Yusnani (30), di Ogan Ilir, Sumsel.
  • Motif pembunuhan karena pelaku mengaku belum siap menikah dan bertanggung jawab atas kehamilan korban.
  • Setelah meracuni korban, Sandeno merekayasa kematian sebagai bunuh diri lalu mencuri barang korban.

TRIBUNNEWS.COM, INDRALAYA- Sandeno alias Dino (18), ditangkap polisi karena membunuh kekasihnya, Yusnani (30), di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel).

Sandeno menghabisi nyawa pacarnya dengan cara meracun korban.

Pelaku nekat karena korban mengaku sedang hamil tiga bulan.

Tidak Siap Menikah

Sandeno mengaku belum siap secara mental maupun finansial untuk menikahi korban dan memikul tanggung jawab sebagai seorang ayah.

"Belum siap tanggung jawab, belum siap nikah, sudah hamil 3 bulan," tutur Sandino dengan nada datar saat diwawancara pada Senin (15/6/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Tersangka dan korban sendiri menjalin hubungan dengan jarak usia yang terpaut jauh, perbedaan 12 tahun.

Rasa enggan menikahi korban membuat tersangka mematangkan rencana pembunuhan.

Ia kemudian mengajak korban jalan-jalan ke sebuah kawasan perkebunan karet yang sepi.

Di sanalah ia memanfaatkan kepercayaan korban untuk meminum cairan yang telah dicampur dengan racun rumput.

"Setelah saya kasih racun, ia puyeng, kejang, puyeng. Sudah puyeng, muntah-muntah. Pas muntah-muntah itu langsung berbusa mulutnya," ujar tersangka.

Melihat kekasihnya tidak berdaya dan sekarat di area perkebunan, pikiran Sandino langsung tertuju melakukan upaya menyembunyikan perbuatannya.

Ia memanfaatkan situasi sepi di kebun karet untuk merekayasa kematian korban seolah karena mengakhiri hidup.

Ia menggunakan jilbab yang dikenakan korban untuk menggantung jasadnya di sebuah pohon karet.

"Saya gantung di pohon karet. Pakai motor, motor saya standarkan dua. Pas saya sudah standar dua, jilbab itu sudah saya gantung ke atas. Jilbab korban saya buka. Pas sudah itu saya peluk dia, naik ke motor. Sudah saya naik ke motor, langsung saya lilitkan ke lehernya. (Tujuannya) biar dia itu, biar dia ketahuan gantung diri, buat ngilangin jejak," ungkapnya secara gamblang.

Baca juga: Nasib Pelaku Pembunuhan 2 Perempuan di Banyumas, Terancam Hukuman Mati, Polisi: Sudah Direncanakan

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas