Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gempa di Sulteng

Gempa Palu Dinyatakan Sebagai Fenomena Supershear Langka, Ini Alasannya!

Dua studi membuktikan gempa Palu yang terjadi pada 28 September 2018 merupakan peristiwa gempa supershear langka.

Gempa Palu Dinyatakan Sebagai Fenomena Supershear Langka, Ini Alasannya!
TRIBUNNEWS.COM/IST
Para pesulap seperti Afriza dari Batam, Ezha dan Syawal dari Kendari, Ocky Fummo dan John Silombo (Purwokerto) Azwar (Makassar ), Chicko (Lampung), Hengky (Banten), Briyan (Bogor), Hanes (Lombok), Win (Tangerang), Eghie (Tegal) dan Mario (Palu), yang dipercaya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia bantu para korban gempa Palu dan Lombok. TRIBUNNEWS.COM/IST 

Kecepatan gempa Palu inilah yang akhirnya menjelaskan peristiwa seismik dahsyat itu.

Hal itu dijelaskan dalam dua studi berbeda tentang guncangan 2018 yang terbit di Nature Geoscience.

Secara garis besar, kedua studi itu menegaskan bahwa gempa Palu merupakan gambaran nyata dari gempa supershear.

Gempa supershear merupakan gempa yang kecepatannya melebihi kecepatan gelombang geser seismik dan menyebabkan ledakan sonik.

Seperti kita tahu, semua gempa bumi dimulai dari satu tempat.

Tekanan tinggi pada keping-keping raksasa terbentuk dan akhirnya melemah sampai akhirnya melakukan pergeseran di sepanjang patahan.

Energi gelombang geser kemudian menyebar melalui kerak bumi ke segala arah sehingga kita bisa merasakan goncangan gempa.

Namun, kecepatan gempa sebenarnya ditentukan oleh gesekan geologi di sekitarnya.

Umumnya kecepatan gempa ada di kisaran 4-9 kilometer per detik.

Namun, gempa bumi supershear mendobrak teori itu dan bergerak dengan kecepatan super hingga dianalogikan menyebabkan efek ledakan sonik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fathul Amanah
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Gempa di Sulteng

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas