Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pelajaran Penting dari Gempa Solok dan Banyaknya Percabangan Sesar Sumatera yang Belum Terpetakan

Salah satu lindu terbesar berkekuatan M 5,6 pada 06.27.05. Wilayah Kabupaten Solok Selatan diguncang gempa tektonik.

Pelajaran Penting dari Gempa Solok dan Banyaknya Percabangan Sesar Sumatera yang Belum Terpetakan
kosovapress.com
Ilustrasi gempa

Sejarah gempa besar Solok

Daryono menyebut bahwa catatan sejarah gempa besar di Segmen Suliti tidak banyak. Namun, pada bagian selatan Segmen Suliti yang berdekatan dengan Segmen Siulak dalam catatan sejarah pernah terjadi dua kali gempa dahsyat, yaitu Gempa Kerinci 1909 (M 7,6) dan 1995 (M 7,0).

"Salah satu peristiwa gempa dahsyat di perbatasan Sumatera Barat, Bangkulu, dan Jambi adalah gempa merusak yang terjadi pada 4 Juni 1909, sekitar 7 tahun setelah wilayah ini diduduki oleh Hindia-Belanda," ujar Daryono.

"Gempa tektonik yang dipicu akibat aktivitas Sesar Besar Sumatera tepatnya di segmen Siulak ini berkekuatan M 7,6," katanya.

Dia mengatakan, gempa ini menjadi gempa darat paling kuat yang mengawali abad ke-20 di Hindia-Belanda.

Peristiwa gempa dahsyat ini banyak ditulis dan diberitakan dalam berbagai surat kabar Pemerintah Hindia Belanda saat itu.

"Jumlah korban jiwa meninggal akibat gempa Kerinci saat itu sangat banyak, lebih dari 230 orang, sementara korban luka ringan dan berat dilaporkan juga sangat banyak," tutur Daryono.

"Sejarah gempa dahsyat yang melanda Kerinci pada 1909 kemudian terulang kembali pada 1995. Gempa Kerinci berkekuatan M 7,0 terjadi terjadi pada 7 Oktober 1995 yang mengakibatkan kerusakan parah di Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci," katanya.

Gempa kedua ini menyebabkan 84 orang meninggal, 558 orang luka berat, dan 1.310 orang luka ringan. Sementara 7.137 rumah, sarana transportasi, sarana irigasi, tempat ibadah, pasar, dan pertokoan rusak.

"Ada pelajaran penting yang dapat kita petik dari peristiwa gempa di Solok Selatan, termasuk catatan gempa Kerinci 1909 dan 1995. Bahwa keberadaan zona Sesar Besar Sumatera harus selalu kita waspadai," kata Daryono.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas