Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Virus Corona Meluas, Peneliti Asal Australia Klaim Telah Temukan Obat Efektif Sembuhkan Covid-19

Para peneliti di Pusat Penelitian Klinis Universitas Queensland meyakini dua obat dapat memerangi virus.

Virus Corona Meluas, Peneliti Asal Australia Klaim Telah Temukan Obat Efektif Sembuhkan Covid-19
Shutterstock
Ilustrasi capsule 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang dokter mengklaim timnya mungkin telah menemukan obat untuk melawan virus corona yang sudah mendatangkan musibah di seluruh dunia.

Diberitakan TribunnewsWiki.com dari Daily Star, ia adalah peneliti asal University of Queensland Centre for Clinical Research, David Paterson.

Menurut laporan yang diterima Daily Star, Profesor David Paterson berharap pasien bisa mencoba obat pada akhir Maret 2020.

Baca: Meninggal di Usia 21 Tahun, Pesepak Bola Asal Spanyol jadi Korban Covid-19 Termuda di Eropa

Baca: Benarkah Uang Kertas Jadi Media Penularan Virus Corona? Ini Penjelasan Ahli

"Ini 'pengobatan yang berpotensi efektif' yang harus dipertimbangkan untuk uji coba medis skala besar segera."

"Apa yang ingin kita lakukan saat ini adalah uji coba klinis besar di seluruh Australia, melihat 50 rumah sakit, dan apa yang akan kita bandingkan adalah satu obat, versus obat lain, versus kombinasi dari dua obat," kata Paterson pada kepada news.com.au.

Menurut laporan, obat itu berfokus pada sekitar dua obat.

Pertama digunakan untuk menekan HIV, sementara yang lain adalah pengobatan antimalaria.

Ilustrasi obat - BPOM menarik obat lambung Ranitidin karena berpotensi memicu kanker.
Ilustrasi obat - BPOM menarik obat lambung Ranitidin karena berpotensi memicu kanker. (hellosehat.com)

 

Dia menggambarkan obat itu sebagai "pengobatan atau penyembuhan" potensial.

"Gelombang pertama pasien China yang kami alami (di Australia), mereka semua melakukannya dengan sangat baik ketika mereka dirawat dengan obat HIV," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya ----------->

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Archieva Prisyta
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas