Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Minggu, 21 Juni 2020, Bisa Diamati di 31 Provinsi Indonesia, Simak Waktunya

Daftar 31 provinsi di Indonesia yang bisa menyaksikan Gerhana Matahari pada Minggu, 21 Juni 2020. Dilengkapi informasi puncak waktu.

Gerhana Matahari Minggu, 21 Juni 2020, Bisa Diamati di 31 Provinsi Indonesia, Simak Waktunya
abuaaliyah.com
ILUSTRASI gerhana matahari - Daftar 31 provinsi di Indonesia yang bisa menyaksikan Gerhana Matahari pada Minggu, 21 Juni 2020. Dilengkapi informasi puncak waktu. 

24. Sulawesi Tengah, mulai 15.26 WITA, puncak gerhana 16.30 WITA, dan gerhana berakhir 17.25 WITA.

25. Sulawesi Tenggara, mulai 15.38 WITA, puncak gerhana 16.32 WITA, dan gerhana berakhir 17.18 WITA.

26. Gorontalo, mulai 15.28 WITA, puncak gerhana 16.31 WITA, dan gerhana berakhir 17.26 WITA.

27. Sulawesi Utara, mulai 15.24 WITA, puncak gerhana 16.32 WITA, dan gerhana berakhir 17.31 WITA.

28. Maluku Utara, mulai 16.29 WIT, puncak gerhana 17.34 WIT, dan gerhana berakhir 18.30 WIT.

29. Maluku, mulai 16.39 WIT, puncak gerhana 17.35 WIT, dan gerhana berakhir 18.26 WIT.

30. Papua Barat, mulai 16.34 WIT, puncak gerhana 17.36 WIT.

31. Papua, mulai 16.36 WIT, puncak gerhana 17.37 WIT.

Tata Cara Shalat Gerhana/Shalat Kusuf saat Gerhana Matahari Cincin Minggu, 21 Juni 2020, Ini Niatnya.
Tata Cara Shalat Gerhana/Shalat Kusuf saat Gerhana Matahari Cincin Minggu, 21 Juni 2020, Ini Niatnya. (Tribun Style)

Berikut tata cara salat gerhana/Salat Kusuf, dilansir Kemenag:

a. Berniat di dalam hati, menjadi imam atau ma’mum.

Bacaan niat shalat gerhana:

 أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى 

b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa;

c. Membaca doa iftitah dan berta'awudz kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).

Sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901).

d. Kemudian ruku sambil memanjangkannya;

e. Kemudian bangkit dari ruku (i’tidal);

f. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;

g. Kemudian ruku kembali (ruku kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku sebelumnya;

h. Lalu, bangkit dari ruku (i’tidal);

i. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

j. Selanjutnya, bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;

k. Salam

Selepas salat gerhana, imam menyampaikan khutbah kepada jemaah.

Isinya dapat mengenai anjuran kepada jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Di antaranya berdzikir, berdoa, beristigfar dan sedekah.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS/Husein Sanusi)

Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas