Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

AstraZeneca dan J&J Gunakan Teknologi Vaksin yang Sama, Ada Hubungannya dengan Penggumpalan Darah?

Sama-sama terdapat kasus penggumpalan darah, vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Johnson & Johnson / Janssen rupanya menggunakan teknologi yang sama.

AstraZeneca dan J&J Gunakan Teknologi Vaksin yang Sama, Ada Hubungannya dengan Penggumpalan Darah?
AFP
Foto vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Sama-sama terdapat kasus penggumpalan darah, vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Johnson & Johnson / Janssen rupanya menggunakan teknologi yang sama. Inikah penyebabnya? 

Bagi sistem kekebalan tubuh, vektor adenoviral tampak seperti virus yang serius, meskipun tidak dapat mereplikasi atau menyebabkan penyakit.

Akibatnya, sistem kekebalan Anda memberikan respons yang serius, itulah sebabnya orang-orang melaporkan efek samping yang lebih nyata seperti demam, kelelahan, dan nyeri lengan dalam beberapa hari setelah vaksinasi.

Baik AstraZeneca maupun Johnson & Johnson menggunakan adenovirus dalam vaksin mereka, yang memiliki beberapa manfaat utama dibandingkan jenis vaksin COVID lainnya.

Botol vaksin Johnson & Johnson Janssen Covid-19 dosis tunggal yang disiapkan oleh St. John's Well Child and Family Center dan Los Angeles County Federation of Labour and Immigrant pada 25 Maret 2021 di Los Angeles, California
Botol vaksin Johnson & Johnson Janssen Covid-19 dosis tunggal yang disiapkan oleh St. John's Well Child and Family Center dan Los Angeles County Federation of Labour and Immigrant pada 25 Maret 2021 di Los Angeles, California (Frederic J. BROWN / AFP)

Adenovirus lebih mudah dibuat daripada formula berbasis mRNA seperti vaksin Pfizer dan Moderna.

Adenovirus juga dapat disimpan pada suhu lemari es biasa, berlawanan dengan suhu beku yang diperlukan untuk mengawetkan vaksin mRNA untuk waktu yang lama.

Baca juga: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bermasalah, Eropa Temukan Kasus Pembekuan Darah

Baca juga: Mengenal Vaksin Covid-19 AstraZeneca, dari Kandungan hingga Efek Samping

Serupa tapi Tak Sama

Saat ini, empat vaksin Covid-19 menggunakan vektor adenoviral: AstraZeneca, Janssen / Johnson & Johnson, CanSino Biologicals, dan Sputnik V.

Ada banyak adenovirus di luar sana yang digunakan sebagai titik awal untuk membuat vektor adenoviral yang berbeda.

Meskipun vektor-vektor itu dapat memiliki beberapa karakteristik yang sama, mereka juga dapat sangat berbeda secara biologis.

Adenovirus yang berbeda menggunakan titik akses yang berbeda, yang dikenal sebagai reseptor, untuk masuk ke dalam sel kita.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas