Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hujan Meteor Arid akan Terlihat di Bumi Pekan Ini

Fenomena hujan meteor Arid atau juga disebut hujan meteor terbungsu akan terlihat di bumi awal Oktober 2021.

Hujan Meteor Arid akan Terlihat di Bumi Pekan Ini
Mirror Online
Ilustrasi hujan meteor 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fenomena hujan meteor Arid atau juga disebut hujan meteor terbungsu akan terlihat di bumi awal Oktober 2021.

Peneliti di Pusat Riset Sains Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan, hujan meteor memang mulai menyembur sejak sepekan silam dan saat itu para astronom memprediksi puncak aktivitasnya akan terjadi beberapa hari ke depan.

Andi menjelaskan, mulanya hujan meteor ini dinamai “Finlay-id” berdasarkan nama objek induknya.

Penamaannya tentu mengingatkan akan hujan meteor Draconid yang semula dinamai Giancobinid, sesuai nama penemunya.

Baca juga: Puncak Hujan Meteor Draconid Terjadi Sore Ini, Dapat Disaksikan Tanpa Alat Bantu

Konfirmasi pengamatan terbaru menunjukkan bahwa hujan meteor tersebut muncul dari konstelasi Ara yakni konstelasi di langit selatan yang terletak di antara konstelasi Centaurus si manusia kuda dan Lupus si serigala.

Konstelasi itu dinamakan Ara yang dalam Bahasa Latin berarti altar atau pedupaan dikarenakan figur bintang yang menyerupai altar.

Oleh karenanya, hujan meteor terbaru itu dinamakan Arid, sesuai lokasi kemunculan hujan meteor tersebut.

Nama ini sudah ditambahkan ke dalam Daftar Kerja Hujan Meteor IAU (Uni Astronomi Internasional) berdasarkan laporan pengamatan tertanggal 1 Oktober 2021 oleh Biro Pusat untuk Telegram Astronomi di Universitas Harvard.

Dilansir dari brin.go.id, hujan meteor Arid mula-mula terdeteksi melalui kamera pemantau meteor CAMS (Camera for Allsky Meteor Surveillance) di Selandia Baru berturut-turut pada tanggal 28 dan 29 September.

Radar meteor SAAMERS-OS (Southern Argetina Agile Meteor Radar Orbital System) di Pulau Tanah Api (Tierra del Fuego), Argentina Selatan mendeteksi hujan meteor setidaknya selama tiga jam pada tanggal 29 September.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas