Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hari Tanpa Bayangan

Hari Tanpa Bayangan 12 Oktober 2021: Terjadi Siang Ini di Salatiga, Sragen, hingga Wonosobo

Daftar wilayah dan waktu untuk mengamati Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, dapat dilihat siang ini di Salatiga, Sragen, hingga Wonosobo.

Hari Tanpa Bayangan 12 Oktober 2021: Terjadi Siang Ini di Salatiga, Sragen, hingga Wonosobo
Instagram.com/lapan_ri/
Hari Tanpa Bayangan - Daftar wilayah dan waktu yang tepat untuk mengamati Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, dapat dilihat Selasa (12/10/2021) siang ini di Salatiga, Sragen, hingga Wonosobo. 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa daerah di Pulai Jawa seperti Tasimalaya, Salatiga hingga Wonosobo, masuk dalam daftar wilayah yang mengalami kejadian Hari Tanpa Bayangan pada hari ini.

Hari Tanpa Bayangan dapat dilihat Selasa (12/10/2021) siang ini, di Salatiga pukul 11.24 WIB, Sragen pukul 11.22 WIB hingga Wonosobo pukul 11.26 WIB.

Peneliti Pusat Sains dan Antariksa LAPAN, Andi Pangerang, mengatakan hari tanpa bayangan terjadi ketika posisi Matahari berada di atas Indonesia.

"Ketika posisi Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari. Sehingga, fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari," kata Andi, dikutip dari Lapan.go.id.

Wilayah Indonesia yang terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan berada di garis khatulistiwa, membuat Matahari akan berada di atas Indonesia sebanyak dua kali dalam setahun.

Baca juga: Fenomena Alam Bulan Oktober: Hari Tanpa Bayangan Dapat Dilihat di Pulau Jawa, Ini Waktunya

Pertama, sudah terjadi sejak akhir Februari hingga awal April silam, sedangkan yang kedua terjadi antara tanggal 6 September hingga 21 Oktober 2021.

"Fenomena ini selalu terjadi dua kali setahun untuk kota-kota atau wilayah yang terletak di antara dua garis. Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan)."

"Sementara itu, untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan hanya akan mengalami hari tanpa bayangan Matahari sekali dalam setahun, yakni ketika Solstis Juni (20/21 Juni) untuk Garis Balik Utara maupun Solstis Desember (20/21 Desember) untuk Garis Balik Selatan”, tambah Andi.

Andi menambahkan, cara paling sederhana bagi masyarakat agar bisa mengamati detik-detik tanpa bayangan adalah dengan menggunakan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang bisa diberdirikan.

Letakkan di permukaan yang rata dan kemudian amati sesuai dengan jam yang telah ditentukan.

Baca juga: Apa Itu Fenomena Ekuinoks? Terjadi Dua Kali Dalam Setahun, Ini Pengaruhnya

Baca juga: Hujan Meteor Arid akan Terlihat di Bumi Pekan Ini

Hari Tanpa Bayangan
Hari Tanpa Bayangan (Instagram.com/lapan_ri/)
Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas