Tribun

IPB Sukses Rancang Sumur Resapan Berbahan Sampah Plastik, Bisa Tampung 16.000 Liter Air

Sumur resapan saat ini masih menjadi salah satu solusi untuk mengatasi banjir.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
IPB Sukses Rancang Sumur Resapan Berbahan Sampah Plastik, Bisa Tampung 16.000 Liter Air
Handout
Sumur resapan buatan IPB yang terbuat dari 150 kg sampah plastik non ekonomis. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Sumur resapan saat ini masih menjadi salah satu solusi dalam mengatasi banjir. Namun pembuatan sumur resapan konvensional efektivitasnya sering diragukan atau belum bisa diukur.

Kondisi ini mendorong Danone Indonesia berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor berinovasi untuk membuat sumur resapan yang tak lagi konvensional dan kini dimanfaatkan saat program Tahan dan Simpan jadi Cadangan Air (HANSIP-CAI) di Kantor ex-BKPP Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021).

"Terbuat dari 150 kg sampah plastik non ekonomis, sumur resapan ini mampu menyerap air sebanyak 16.000 liter," kata Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia saat peluncuran HANSIP-CAI seperti yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Dikatakan Karyanto, sumur resapan #BijakBerplastik memiliki keunggulan dari pada sumur resapan konvensional.

"Bentuknya yang knock down membuat pemasangan lebih praktis dan memudahkan proses mobilisasi dan kontruksinya juga kuat serta tahan lama," katanya.

Baca juga: Soal Pembangunan Sumur Resapan, Wagub DKI Jakarta: Efektif Mengurangi Potensi Banjir & Genangan Air

Pembuatan sumur resapan ini juga telah dikembangkan sedemikian rupa dan telah di uji secara fisik, mikroplastik, maupun material, melalui laboratorium tersertifikasi.

"Ini untuk memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan tidak memberikan dampak kepada lingkungan ataupun air yang diresapkan," katanya.

Baca juga: Sekda DKI Tegaskan Penanganan Banjir Bukan Cuma Andalkan Sumur Resapan

Dikatakannya, inovasi dan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan solusi dan menjawab beberapa tantangan sekaligus, yaitu isu pengelolaan sampah plastik non ekonomis dan upaya untuk menampung cadangan air tanah serta mengurangi risiko banjir.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, saat pembuatan sumur resapan ini dijadikan budaya di lingkungan masyarakat Jawa Barat, bisa menjadi solusi dalam menghadapi potensi banjir karena aliran air dapat tertangani dengan masuk ke dalam sumur resapan ini.

Baca juga: Targetkan 22 Ribu Titik di 2021, Pemprov DKI Baru Kerjakan 12 Ribu Sumur Resapan Hingga Oktober

Selain membantu peresapan, pembangunan sumur ini mampu mencegah air menjadi run-off yang berpotensi menjadi penyebab banjir sekaligus sebagai cadangan air tanah.

"Kami mengapresiasi  komitmen Danone-Aqua yang mendukung perlindungan sumber daya air, sekaligus mengimplementasikan ekonomi sirkular di Indonesia, khususnya di Jawa Barat,' katanya.

Pembangunan Sumur Resapan #BijakBerplastik turut memanfaatkan sampah plastik non ekonomis, atau jenis plastik dengan nilai ekonomi rendah (low value) seperti kantong plastik hitam, plastik kemasan multilayer/sachet, diapers dan alumunium foil dengan cara diolah demi membawa nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas