Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komet 3I/Atlas Ukurannya Setengah Matahari, Bahayakan Bumi? Ini Kata Astronom BRIN

Komet 3I/Atlas sempat viral disebut kapal alien. Benarkah berbahaya? Ini penjelasan ilmuwan BRIN dan NASA.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: willy Widianto
zoom-in Komet 3I/Atlas Ukurannya Setengah Matahari, Bahayakan Bumi? Ini Kata Astronom BRIN
NASA, ESA, David Jewitt (UCLA); Pemrosesan gambar: Joseph DePasquale (STScI)
KOMET 3I/ATLAS - Teleskop Hubble menangkap gambar komet antarbintang 3I/ATLAS ini pada 21 Juli 2025, ketika komet tersebut berada pada jarak 277 juta mil dari Bumi. Gambar dari Hubble menunjukkan bahwa komet tersebut memiliki selubung debu berbentuk tetesan air mata yang berasal dari inti padat dan bekunya. 

Kecepatan komet ini mencapai 215.000 kilometer per jam. Namun, selama Oktober hingga November 2025, posisinya berada di arah matahari sehingga tidak bisa diamati dari bumi.

“Desember baru bisa diamati lagi sebelum makin redup karena menjauh,” ujar Thomas saat dikonfirmasi Tribunnews, Sabtu (1/11/2025).

Saat mencapai perihelion—titik terdekat dengan matahari—komet mengalami pemanasan maksimum. Para astronom berharap akan muncul karakteristik fisik baru pasca-perihelion yang bisa memperkaya kajian ilmiah tentang objek antarbintang.

Spekulasi publik soal dugaan wahana alien sempat ramai di media sosial dan bahkan diberitakan oleh sejumlah media luar negeri. Namun, para ilmuwan menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar secara ilmiah.

“Astronom tidak akan berspekulasi tentang objek langit di luar interpretasi fisis hasil observasi: objek 3I/Atlas adalah komet raksasa dari luar tata surya, bukan wahana alien,” tegas Thomas.

KOMET 3I/ATLAS - Diagram lintasan komet antarbintang 3I/ATLAS saat melintasi tata surya. Komet ini akan mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari pada bulan Oktober. (NASA)
KOMET 3I/ATLAS - Diagram lintasan komet antarbintang 3I/ATLAS saat melintasi tata surya. Komet ini akan mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari pada bulan Oktober. (NASA) (NASA)

Penjelasan serupa disampaikan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration), badan antariksa milik pemerintah Amerika Serikat (AS).

Gambar dari Teleskop Hubble menunjukkan bahwa komet memiliki selubung debu berbentuk tetesan air mata yang berasal dari inti padat dan beku.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak ditemukan indikasi teknologis atau pola buatan yang mengarah pada dugaan wahana luar angkasa.

“Tidak berbahaya kepada bumi atau planet-planet lainnya di tata surya,” jelas Thomas.

Komet 3I/Atlas bukan ancaman bagi bumi. Ia menjadi pengingat bahwa semesta menyimpan banyak misteri yang bisa dijelaskan jika kita mau mengamati, bukan berspekulasi.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas