Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

NASA Kirim Astronaut ke Bulan Setelah 50 Tahun, Buka Babak Baru Eksplorasi

NASA kembali ke Bulan lewat misi Artemis II, membawa 4 astronaut dalam penerbangan bersejarah

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in NASA Kirim Astronaut ke Bulan Setelah 50 Tahun, Buka Babak Baru Eksplorasi
NASA/Bill Ingalls
KE BULAN - Roket Space Launch System (SLS) lepas landas dari Kennedy Space Center pada Rabu (1/4/2026) pukul 18.35 waktu setempat. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, resmi meluncurkan misi berawak ke Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun melalui misi Artemis II dengan membawa empat astronaut di dalam pesawat ruang angkasa Orion untuk menjalani misi uji terbang mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi 

Selama fase ini, kru akan terus memantau kondisi pesawat untuk memastikan semua sistem berjalan stabil.

Saat melintas di dekat Bulan pada Senin (6/4/2026), para astronaut akan melakukan pengamatan langsung serta mengambil gambar permukaan Bulan, termasuk sisi jauh yang jarang terlihat.

Kondisi pencahayaan yang unik diperkirakan akan memperjelas bentuk kawah, lereng, dan struktur permukaan Bulan.

Selain itu, misi ini juga mencakup berbagai penelitian ilmiah terkait kesehatan manusia di luar angkasa yang akan menjadi dasar bagi misi-misi berikutnya.

Setelah menyelesaikan penerbangan mengelilingi Bulan, Orion dijadwalkan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.

Baca juga: Astronot Pertama Indonesia Pratiwi Sudarmono Jadi Inspirasi Film Pelangi Di Mars

Langkah Awal Kembali ke Bulan

Misi Artemis II merupakan bagian dari program besar NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan, setelah terakhir kali dilakukan pada 1972.

Keberhasilan misi ini akan menjadi fondasi bagi pendaratan manusia di Bulan pada misi berikutnya, sekaligus membuka jalan bagi eksplorasi lebih jauh, termasuk ke Mars.

Rekomendasi Untuk Anda

Di tengah ambisi global, misi ini juga menandai langkah strategis Amerika Serikat dalam mempertahankan posisi dalam perlombaan eksplorasi antariksa, seiring target negara lain seperti China yang berencana mendaratkan manusia di Bulan pada dekade mendatang.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas