NASA Kirim Astronaut ke Bulan Setelah 50 Tahun, Buka Babak Baru Eksplorasi
NASA kembali ke Bulan lewat misi Artemis II, membawa 4 astronaut dalam penerbangan bersejarah
Editor:
Eko Sutriyanto
Selama fase ini, kru akan terus memantau kondisi pesawat untuk memastikan semua sistem berjalan stabil.
Saat melintas di dekat Bulan pada Senin (6/4/2026), para astronaut akan melakukan pengamatan langsung serta mengambil gambar permukaan Bulan, termasuk sisi jauh yang jarang terlihat.
Kondisi pencahayaan yang unik diperkirakan akan memperjelas bentuk kawah, lereng, dan struktur permukaan Bulan.
Selain itu, misi ini juga mencakup berbagai penelitian ilmiah terkait kesehatan manusia di luar angkasa yang akan menjadi dasar bagi misi-misi berikutnya.
Setelah menyelesaikan penerbangan mengelilingi Bulan, Orion dijadwalkan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.
Baca juga: Astronot Pertama Indonesia Pratiwi Sudarmono Jadi Inspirasi Film Pelangi Di Mars
Langkah Awal Kembali ke Bulan
Misi Artemis II merupakan bagian dari program besar NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan, setelah terakhir kali dilakukan pada 1972.
Keberhasilan misi ini akan menjadi fondasi bagi pendaratan manusia di Bulan pada misi berikutnya, sekaligus membuka jalan bagi eksplorasi lebih jauh, termasuk ke Mars.
Di tengah ambisi global, misi ini juga menandai langkah strategis Amerika Serikat dalam mempertahankan posisi dalam perlombaan eksplorasi antariksa, seiring target negara lain seperti China yang berencana mendaratkan manusia di Bulan pada dekade mendatang.
Baca tanpa iklan