Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ratna Sarumpaet Dipukuli, Kariernya Bermula dari Sutradara Drama hingga Kini jadi Juru Kampanye

Menjadi korban penganiayaan hingga babak belur di bagian wajah, lalu siapakah sebenarnya Ratna Sarumpaet?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fathul Amanah
Editor: Sri Juliati
zoom-in Ratna Sarumpaet Dipukuli, Kariernya Bermula dari Sutradara Drama hingga Kini jadi Juru Kampanye
Tribunnews
Tersebar Kabar Ratna Sarumpaet Dikeroyok 

Ia mengawali debutnya sebagai sutradara pada tahun 1991, lewat serial televisi Rumah Untuk Mama, yang tayang di TVRI.

Lalu pada 2007, ia menyadur naskah drama Pelacur & Sang Presiden ke dalam skenario film berjudul Jamila dan Sang Presiden.

Film ini ia sutradarai sendiri dan diperankan oleh putrinya Atiqah Hasiholan dan berhasil mendapat berbagai penghargaan di festival film internasional.

Tahun 2010, Jamila dan sang Presiden diterima oleh panitia Academy Awards ke-82 sebagai wakil Indonesia dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

Jamila dan Sang Presiden
Jamila dan Sang Presiden (wikimedia)

3. Aktivis HAM

rsarumpaet
instagram.com/rsarumpaet

Wanita kelahiran Tapanuli Utara ini juga dikenal sebagai seorang aktivis HAM.

Di tahun 1997 silam, ia memutuskan untuk melakukan perlawanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Ratna menghentikan sementara kegiatannya sebagai seniman dan mengumpulkan 46 LSM lalu membentuk aliansi bernama Siaga.

Organisasi ini merupakan yang pertama menyerukan agar Soeharto lengser.

Setahun kemudian ia mendapatkan penghargaan Female Human Rights special Award dari The Asian Foundation For Human Rights di Tokyo, Jepang.

4. Mendirikan Crisis Center

Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC)
Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC) (acronymsandslang.com)

Kiprah Ratna sebagai aktivis tak berhenti sampai di situ.

Ia lalu mendirikan Ratna Sarumpaet Crisis Centre yang menangani masalah kelaparan, korupsi, hingga KDRT.

Ketika bencana tsunami menghentak Aceh dan Nias, RSCC dijuluki semua pihak sebagai kelompok paling militan.

Masuk paling awal mengevakuasi mayat dan berhenti paling akhir.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas