Tribun

Gempa di Sulteng

Marak Hoax Soal Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, Jokowi: Tindakan Pengecut

Presiden RI, Joko Widodo mengecam keras penyebar kabar buruk alias hoax terkait musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Penulis: Sri Juliati
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Marak Hoax Soal Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, Jokowi: Tindakan Pengecut
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi yang rusak akibat gempa bumi di kawasan petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). Kunjungan tersebut untuk melihat penanganan pascagempa dan tsunami Palu dan Donggala terkait evakuasi, listrik, BBM, logistik, dan penanganan korban luka-luka. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI, Joko Widodo mengecam keras penyebar kabar buruk alias hoax terkait musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Bahkan Jokowi tak segan menyebut jika pelaku penyebaran hoax itu biadab.

Demikian dikatakan Jokowi dalam program 30 Menit Bersama Presiden yang tengah tayang di NET TV, Minggu (7/10/2018).

Dalam program tersebut, Jokowi menjelaskan, menyebarkan hoax adalah tindakan pengecut sekaligus biadab karena mereka mengabarkan hal-hal yang tidak sesuai.

"Contohnya, foto tsunami Aceh 2004 lalu disebarkan lagi saat gempa-tsunami di Palu, ini kan sangat meresahkan," ujar Jokowi.

Baca: Demi Korba Gempa dan Tsunami di Palu, Pasha Ungu Rela Jadi Sopir Distribusikan Bantuan

 

Baca: Raffi Ahmad Jadi Host Asian Para Games 2018 hingga Foto Bareng Jokowi, Begini Peran Nagita Slavina

Jokowi juga menyayangkan, adanya hoax yang mengabarkan tentang gempa besar dan akan terjadi.

Ketimbang menebar kabar bohong tersebut, Jokowi justru meminta mereka jadi membantu pemulihan.

"Bukan malah bikin masyarakat takut, resah," ujar Jokowi.

Ditanya soal rehabilitasi pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah masih berkonsentrasi pada evakuasi.

Baca: Update Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah, BNPB: 1.763 Orang Tewas, 265 Hilang, dan 152 Tertimbun

"Termasuk BBM yang kurang harus kembali normal, di bidang ekonomi, seperti pasar, toko harus kembali buka," kata mantan Wali Kota Solo.

Setelah semua lini berjalan dan kembali normal, barulah ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

(Tribunnews.com/Sri Juliati)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas