Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tsunami di Banten dan Lampung

Untuk Antisipasi Tsunami Susulan, BMKG Pasang Water Level di Pulau Sebesi

BMKG memasang alat water level di dermaga Pulau Sebesi, lampung Selatan, guna untuk antisipasi tsunami akibat Gunung Anak Krakatau.

Untuk Antisipasi Tsunami Susulan, BMKG Pasang Water Level di Pulau Sebesi
BMKG.go.id
BMKG dengan didukung oleh TNI Al memasang alat ukur ketinggian air (water level) di dermaga Pulau Sebesi, lampung Selatan. Alat tersebut berguna untuk antisipasi datangnya tsunami susulan akibat Gunung Anak Krakatau. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan didukung oleh TNI Al memasang alat ukur ketinggian air (water level) di dermaga Pulau Sebesi, Lampung Selatan.

Pemasangan water level oleh BMKG ini guna untuk antisipasi terjadinya tsunami susulan akibat letusan Gunung Anak Krakatau.

Pemasangan water level di Pulau Sebesi ini dibantu TNI AL menggunakan KRI Torani.

Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa, dan Jaringan Komunikasi, Dr. Widada Sulistya mengatakan, pemasangan water level ini untuk memantau ketinggian air.

Baca: Beredar Rekaman Suara soal Gempa 8 SR Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, BMKG: HOAX

"Alat ini telah dipasang di pulau dekat gunung anak Krakatau tersebut untuk memantau ketinggian air sekaligus sebagai data dalam menentukan peringatan dini bila terjadi gelombang tsunami di selat sunda karena gempa tektonik maupun vulkanik," ujar Widada.

"BMKG dibantu dan di fasilitasi transportasi KRI Torani yang di miliki oleh TNI AL dalam memasang alat sensor water level di pulau yang dekat dengan gunung anak Krakatau," lanjutnya.

Sebelum di lampung, lanjutnya, BMKG telah memasang sensor ini di wilayah Labuhan Banten pada tanggal 24 Desember 2018, dengan posisi tepatnya di PLTU Labuhan, Banten.

Alat ini mengunakan sensor berupa tipe Ultrasonic yang menghitung seberapa kecepatan dari objek yang di lepaskan (berupa sinyal frekuensi) yang bersifat stasioner untuk mengukur ketinggian permukaan air laut.

Baca: Gempa Hari Ini - BMKG Catat Sudah 3 Kali Gempa Melanda Wilayah Indonesia, Dini Hari Hingga Siang Ini

Lebih lanjut, Widada menjelaskan data perekaman dari sensor water level akan dikirimkan langsung ke server BMKG, dan update setiap 1 menit sekali untuk mengetahui ketinggian air permukaan laut di wilayah tersebut.

Pemasangan sensor ini, jelasnya digunakan pada AWS di 24 Stasiun meteorologi Maritim BMKG yang tersebar di Indonesia untuk mengukur ketinggian air di daerah sekitar pelabuhan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas