Tribun

Metropolitan

6 Fakta Tiga Anak Terkena Luka Bakar di Lahan Kosong di Bekasi, Kronologi hingga Dugaan Sementara

Bermain di lahan kosong, tiga anak ini kena luka bakar karena limbah. Berikut ini 6 faktanya, kronologi hingga dugaan sementara.

Penulis: Bunga Pradipta Pertiwi
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
6 Fakta Tiga Anak Terkena Luka Bakar di Lahan Kosong di Bekasi, Kronologi hingga Dugaan Sementara
Warta Kota/Muhammad Azzam
Tiga anak mengalami luka bakar di kaki, saat bermain di lahan kosong di Kampung Kramat Blencong, Desa Segara Makmur, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. 

Menurut penuturan ibu korban, anaknya mendapatkan biaya perawatan dari donatur.

"Anak saya dirawat di klinik aja, tidak terlalu parah luka bakar."

"Kalau temennya sampai dirawat di Rumah Sakit Koja, daging di kakinya sampai kelihatan," ujar Dwi.

Dwi menambahkan jika sat kejadian itu ada empat orang anak yang, namun salah satu dari mereka tidak terkena limbah.

"Total ada empat, tapi satu orang enggak kenapa-kenapa, tiga aja yang kena luka bakar," ungkapnya.

5. Polisi Periksa 4 Saksi

Kapolsek Tarumajaya AKP Agus Rohmat mengatakan, ada empat saksi yang diperiksa dalam peristiwa tersebut.

“Ada empat saksi yang kami periksa, pemilik lahan, dan tiga penjaga lahan," katanya ketika dihubungi wartawan, Rabu (16/1/2019).

Agus mengatakan, lahan seluas 8.000 meter persegi itu tidak hanya dimiliki satu orang saja.

Untuk itu, instansinya akan memeriksa satu pemilik lahan lainnya, serta ketua RT dan RW setempat.

Ia menambahkan, dugaan sementara, ada yang membuang limbah ke lahan itu tanpa sepengetahuan pemilik.

"Hasil pemeriksaan sementara, pemilik dan penjaga lahan tidak tahu kalau itu limbah, kalau ada yang buang limbah. Kita masih berusaha mencari pelaku pembuang limbah," terang Agus.

Lokasi kejadian dipasangi garis polisi
Lokasi kejadian dipasangi garis polisi (Wartakotalive.com)

6. Tim Gegana ikut Menyelidiki

Tim Gegana yang diterjukan itu bagian yang menangani penelitian limbah-limbah kimia.

"Jadi ini kan dugaan ada bahan kimia, mereka juga memiliki kepentingan melaksanakan tugas untuk meneliti tanah itu."

"Mereka punya laboratorium juga, itu memudahkan dalam penyelidikan juga," jelas Agus.

Agus menambahkan Tim Gegana Polda Metro Jaya yang hadir melakukan pengecekan itu sebanyak enam personil.

Untuk menghindari kerjadian serupa, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi.

Titik yang diduga mengandung panas itu tampak seperti lumpur karena lembek.

Lokasi itu juga mengeluarkan aroma minyak yang menyengat.

Tanah itu juga bercampur pasir berwarna hitam, air bercampur minyak pun tampak mengalir di sekitar lahan kosong.

(Tribunnews.com / Bunga)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas