Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cabuli Anak Kandung Selama 8 Tahun, Oknum Caleg PKS Kabur ke Jakarta hingga Dicoret dari Daftar

Oknum caleg PKS di Pasaman Barat mencabuli anak kandungnya selama delapan tahun. Kini ia kabur ke Jakarta dan terancam di coret dari daftar caleg.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Miftah Salis
Editor: Fathul Amanah
zoom-in Cabuli Anak Kandung Selama 8 Tahun, Oknum Caleg PKS Kabur ke Jakarta hingga Dicoret dari Daftar
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Oknum caleg PKS di Pasaman Barat mencabuli anak kandungnya selama 8 tahun. Kini ia kabur ke Jakarta dan terancam di coret dari daftar caleg. 

"Jika terbukti, akan kita coret. Tidak masalah. Manusia jika berbuat salah harus bertanggung jawab," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Advokasi DPP PKS Agus Otto.

Agus mengatakan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku.

Agus menegaskan PKS telah mencoret pelaku dari daftar caleg.

"PKS coret Caleg tersebut," katanya singkat saat dihubungi, Rabu, (13/3/2019).

Ia menambahkan jika DPW PKS Sumatera Barat telah mengajukan pencoretan kepada KPUD setempat. dan sedang diproses.

"PKS yang mengajukan permohonan kepada KPUD Pasaman barat untuk pencoretan caleg tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pelaku berinisial AH merupakan caleg PKS rekomendadi tokoh masyarakat.

Artinya, AH bukan merupakan kader PartaI Keadilan Sejahtera.

Baca: Oknum Sekuriti Ditangkap Polisi Setelah Memerkosa Karyawati di Manado, Korban: Saya Takut dan Malu

Baca: Oknum Guru di Ketapang Gagahi Siswi, Terbongkar Gara-Gara Ini

"Dia memang caleg PKS, tapi bukan kader PKS. Kita rekrut eksternal karena beliau dikenal di tengah-tengah masyarakat sebagai orang baik," kata Irsyad Syafar, Rabu (13/3/2019).

Oleh karena itu PKS tak mengetahui pribadi dari pelaku.

Perbuatan tersebut baru diketahui sang ibu setelah si anak bercerita apa yang dialaminya.

Perbuatan pencabulan oleh AH terakhir kali dilakukan pada bulan Januari 2019.

Pihak kepolisian belum mengetahui modus dari pelaku.

Polres Pasaman Barat juga menyelidiki ada tidaknya ancaman dari pelaku kepada anak kandungnya tersebut.

"Ya atau tidak ada ancaman (diselidiki), masih kami lakukan penyelidikan," ujar Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso.

Iman menduga hal tersebut terkuak lantaran sang anak yang kini beranjak dewasa menyadari perbuatan ayahnya tersebut.

(Tribunnews.com/Miftah)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas