Ayah Vita Mendadak jadi Linglung
Dari sisi keluarga, kepergian Vita selama dua minggu lebih menimbulkan permasalahan serius. Edison Siahaan (55), ayahnya,
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
"Kalau melihat Vita kasih tahu saya ya," begitu pesan Edison yang didapat Nani, teman ibunda Vita, Lili.
Bukan saja kepada Nani yang Edison panggil dengan sebutan Mamih. Tapi juga kepada teman tongkrongan Edison lainnya. Salah satu warga mengaku heran karena di suatu waktu, Edison menanyakan hal yang sama.
"Saya pikir waktu itu Vita cuma pergi kemana. Pas saya tahu si Vita menghilang. Itu hari ketiga," ujarnya.
Kabar menghilangnya Vita sudah tersiar ke orang sekampung. Sampai-sampai, orang yang dekat dengan keluarga Vita menyampaikan kabar yang sama.
"Saya pernah ditanya teman, secara batin Vita menghilang apa enggak," ucap Nani menirukan temannya.
Nani tipe orang yang apa adanya. Ia menilai kepergian Vita dari rumah bukan hilang seperti diculik orang. "Tapi menghilangkan diri dari keluarganya. Anak itu enggak hilang tapi menghilang," begitu Nani menjawab pertanyaan temannya tadi.
Tak cukup dengan minta bantuan warga, orangtua Vita juga mengandalkan kemampuan 'orang pintar' yang bisa menerawang keberadaannya. Hasil penerawangan orang pintar alias dukun tersebut, saat itu Vita masih berada di kawasan Cipayung.
"Ternyata dia diomelin. Dia memberitahu lewat SMS bahwa sekarang lagi kesal sama orangtuanya," ujar Edison seperti ditirukan Nani. Nani berusaha menenangkan Edison, Vita akan kembali ke rumah, namun kepastiannya tidak tahu. Ia meminta Edison dan istri koreksi diri.