Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Seleb

Ario Bayu dan Maudy Koesneadi Bermesraan di Atas Kereta Uap

Ario Bayu (28) dan Maudy Koesnadi (38) terlihat mesra ketika sedang duduk berdampingan diatas gerbong kereta uap di Stasiun Ambarawa

Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Ario Bayu dan Maudy Koesneadi Bermesraan di Atas Kereta Uap
Wartakotalive.com/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Adegan kemesraan Maudy Koesnaedi dan Ario Bayu di Film Soekarno. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Heribertus Irwan Wahyu Kintoko

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan Ario Bayu (28) dan Maudy Koesnadi (38) terlihat mesra ketika sedang duduk berdampingan diatas gerbong kereta uap di Stasiun Ambarawa, Kecamatan Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/6/2013) pagi.

Ario dan Maudy cukup mesra karena perannya sebagai Soekarno dan Inggit Garnasih. Wajah Ario dan Maudy sengaja dipoles dengan banyak sekali kerutan.

Saat itu Soekarno dan Inggit dikisahkan sudah berusia paruh baya. Disamping mereka, duduk Mohammad Hatta (diperankan Lukman Sardi), Mansyur (Harry) dan Ki Hajar Dewantoro (Agus Mahesa), serta puluhan penumpang yang kebanyakan piyayi dan tentara Jepang yang sedang berjaga diatas kereta uap.

Adegan kemesraan Soekarno dan Inggit diatas kereta uap itu menjadi salah satu bagian cerita menarik dalam film 'Soekarno' yang sekarang ini sedang dirampungkan syutingnya oleh sutradara Hanung Bramantyo (38).

Hanung menyatakan, Soekarno dengan istri keduanya itu diceritakan sedang berada diatas kereta uap dalam perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya, melintasi Semarang dan Yogyakarta medio tahun 1942.

Dari Surabaya, Soekarno, Hatta, Mansyur dan Ki Hajar Dewantoro --dikenal empat sekawan-- serta Inggit dibawa tentara Jepang menuju ke Malang.

Berita Rekomendasi

"Dari Jakarta ke Malang itu, Soekarno didekatkan pada rakyatnya oleh Jepang," kata Hanung.

Tentara Jepang sengaja mendekati Soekarno agar mendapatkan simpati dari rakyat Indonesia. Dari atas kereta uap, kata Hanung, Soekarno ingin menyapa kembali rakyatnya setelah diasingkan penjajah Belanda.

"Jepang membantu Soekarno mengelilingi Jawa, dan Soekarno membantu Jepang," ujar Hanung.

Lebih dari tiga jam, Hanung mengawal adegan kemesraan Soekarno dan Inggit diatas kereta uap kala mengelilingi Jawa. Akhir tahun 1929, Soekarno dijebloskan Belanda ke LP Banceuy karena aktivitas kepartaiannya di Partai Nasional Indonesia, kemudian dipindahkan ke LP Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, lalu diasingkan ke Ende, Flores, tahun 1933.

Lima tahun kemudian, Soekarno diasingkan lagi ke Bengkulu, dan baru dibebaskan di masa penjajahan Jepang tahun 1942. Rencananya, film 'Soekarno' garapan Multivision Pictures ini akan diputar di bioskop pada Desember 2013. (kin)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas