Kegalauan Kemal Palevi Berujung Sukses
Kemal Palevi percaya galau tak selamanya hanya membawa dampak buruk bagi yang mengalaminya.
Penulis: Willem Jonata
Editor: Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemal Palevi percaya galau tak selamanya hanya membawa dampak buruk bagi yang mengalaminya. Sebaliknya suasana perasaan seperti itu dapat memicu meningkatnya kreativitas seseorang, sehingga berujung pada kesuksesan.
Hipotesis itu menjadi pesan dalam film berjudul "Tak Kemal Maka Tak Sayang" yang dibintanginya. Di film itu, Kemal memainkan karakternya sendiri.
Ia dikisahkan selalu dilanda kegalauan karena belum kunjung mendapat pacar. Kegalauan itu kemudian membuatnya kreatif mencari cara bagaimana supaya berhasil punya pacar, seorang wanita yang sesuai dengan kriteria.
"Ini kisah anak muda. Kalau lu sering galau, lu sukses. Ini mengajarkan orang untuk bergalau, karena galau itu adalah senjata orang hebat, John Lennon galau, Soekarno galau," ucapnya, ditemui di Plaza Senayan, Jakarta.
Untuk meyakinkan hipotesisnya ia sampai memaparkan hasil penelitian. Entah penelitian itu dari mana dan oleh siapa. Intinya, orang yang bahagia karena cinta daya kerja meningkat, tapi daya kreativitas menurun.
"Orang galau karena cinta daya kerja menurun, tapi kreativitasnya meningkat," ucapnya. Meskipun dampaknya berbeda, tapi hal itu bisa membawa seseorang pada kesuksesan mencapai keinginannya.
Ia kemudian memastikan bahwa film yang dibintanginya itu, sangat ringan. Tinggal datang ke bioskop terus menikmatinya dengan gelak tawa, tanpa harus berpikir keras menebak-nebak akhir cerita.
"Di film ini kita ketawa saja. Sudahlah, enggak ada yang berat," tandasnya.