Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Peluang Pelukis Jalanan Berkolaborasi Dengan Tekhnologi Visual

"Medianya tetap menggunakan kanvas. Hanya saja menggunakan tekhnologi visual, jadi terkesan interaktif. Dan selama ini, yang menggunakan visual hanya

Peluang Pelukis Jalanan  Berkolaborasi Dengan Tekhnologi Visual
istimewa
Salahsatu Pelukis Jalanan Melukis Goretan Cat Para Undangan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lukisan kian diminati masyarakat terutama hasil pelukis kenamaan.

Bahkan tidak sedikit pelukis-pelukis baru bermunculan dan karyanya diburu masyarakat dna pecinta seni di Tanah air.

Perkumpulan Tinta Emas dan Budaya Nusantara melakukan terobosan baru dengan mengkolaborasikan lukisan dengan tekhnologi visual.

Kegiatan ini, dilakukan untuk mengangkat karya pelukis jalanan ke tingkat nasional dan mancanegara.

Hasilnya, lukisan itu menjadi suatu karya yang unik dan indah.

Pameran lukisan dengan mengkawinkan lukisan dan tekhnologi visual itu, merupakan yang pertama kali di gelar di Tanah Air dan terobosan untuk mengangkat para pelukis jalanan. Bahan dasar lukisan, tetap menggunakan media kain kanvas.

"Medianya tetap menggunakan kanvas. Hanya saja menggunakan tekhnologi visual, jadi terkesan interaktif. Dan selama ini, yang menggunakan visual hanya dikenakan pada penari, pemusik atau film," ucap Ketua Panita Perkumpulan Tinta Emas dan Budaya Nusantara, Noviandi Ibrata, melalui rilis yang dikirim, Minggu (24/5/2015).

Acara yang menghadirkan delapan pelukis beragam aliran ini, menghadirkan pelukis jalanan, Sarman Hade, Rustamaji, Jenggot, Cok Rampal, Bodas Erlangga, Nurmas, Dedi Dukamto dan Slamet Wahtudi.

Acara penutupan pameran lukisan yang ditutup Anwar Fuadi dan dihadiri selebritis Tanah Air, seperti Risty Tagor, Lucky Hakim ini, rencananya juga akan di gelar di mancanegara.

"Kami akan berupaya mengenalkan bahwa Indonesia memiliki banyak pelukis, dan tentunya dengan cara mengkolaborasikan lukisan dengan visual. Harapannya, semoga ini menjadi peluang agar karya pelukis jalanan dapat terangkat, mengingat karya mereka juga sangat baik. Hanya saja mereka tidak tahu bagaimana caranya," tegas Noviandi Ibrata.

Penutupan pameran lukisan mengkolaborasikan dengan teknologi visual itu, diakhiri dengan melelang karya para pelukis jalanan.

Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas