Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembuatan Film 22 Menit Mengundang Protes Warga

Walau banyak menuai keluhan bagi pengendara ataupun warga, proses syuting film tetap dilanjutkan.

Pembuatan Film 22 Menit Mengundang Protes Warga
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA
Suasana lengang karena ada penutupan ruas jalan untuk kebutuhan syuting film di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembuatan film 22 menit yang mengadopsi sejarah kelam bom Thamrin yang berlokasi di Jalan MH Thamrin sempat dikeluhkan oleh warga.

Keluhan warga tersebut dikarenakan pembuatan film tersebut sempat membuat kemacetan panjang karena jalan utama Thamrin sempat ditutup untuk umum.

Walau banyak menuai keluhan bagi pengendara ataupun warga, proses syuting film tetap dilanjutkan.

Menanggapi adanya keluhan warga atas produksi filmnya, Sutrada Film 22 Menit, Eugene Panji mengatakan bahwa sebelum dirinya memproduksi film ini untuk melakukan syuting di Jalan MH Thamrin, koordinasi dengan aparat kepolisian sudah dilakukan.

"Saya sebagai personal dan sekaligus sutradara juga meminta maaf kepada masyarakat dengan adanya syuting ini sempat terganggu. Walaupun dari humas Polri juga sudah menyampaikan permohonan maaf, tapi sebetulnya sudah menginformasikan ke sosial media mengenai kegiatan ini," kata Panji saat ditemui Wartakotalive.com, Sabtu (28/4/2018).

Dikatakan Panji bahwa pihaknya melakukan syuting di Jalan MH Thamrin karena isi yang ditampilkan dari film ini yaitu mengadopsi mengenai sejarah kelam yaitu bom Thamrin.

Baca: Tangsel Jadi Tuan Rumah MARKAS 2018, Ajang Kopdar Komunitas dan Seller Kaskus

Baca: Usher Cantik di Booth Suzuki Raih Mahkota Miss Motor Show di IIMS 2018

Tentunya dalam produksi film tersebut, dirinya ingin benar-benar sejarah yang terekam tersebut dapat digambarkan dengan detail titik kejadian pada saat itu.

"Ini adalah sebuah film fiksi, tapi inspare to be even. Jadi film fiksi yang terinspirasi dalam kejadian nyata dan kejadianya tersebut berada di Thamrin ini, sebagai pembuatan film saya juga harus merekam jejak sejarah walaupun dalam bentuk fiksi paling tidak Shownya sama," ucapnya.

Pemindahan lokasi film bisa saja dilakukan namun menurut Panji, hal itu akan mengubah apa yang nantinya akan ditampilkan dalam film tersebut.

Karena dengan menampilkan kondiri real lokasi kejadian tersebut akan membuat masyarakat tahu mengenai karakter lokasi terjadinya bom Thamrin pada saat itu. 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas