Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Artis Terjerat Narkoba

Kuasa Hukum Tio Pakusadewo Siapkan 32 Lembar Berkas Pembelaan

Berkas tersebut akan membantah segala dalil yang memberatkan kliennya tersebut hingga harus dihukum selama 6 tahun penjara.

Kuasa Hukum Tio Pakusadewo Siapkan 32 Lembar Berkas Pembelaan
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Tio Pakusadewo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Tio Pakusadewo, Aris Marasabessy menuturkan dirinya bersama tim kuasa hukum lainnya sudah mempersiapkan berkas pembelaan sebanyak 32 lembar.

Berkas tersebut akan membantah segala dalil yang memberatkan kliennya tersebut hingga harus dihukum selama 6 tahun penjara.

"Hari ini kami tim penasihat hukum terdakwa udah siap menyiapkan pledoinya. Bahannya kurang lebih 32 halaman, yang akan membantah seluruh dalil-dalil dari JPU," ucap Aris Marasabessy saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018).

Baca: Kasudin Perhubungan Jaksel Bakal Sosialisasikan Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Mampang Prapatan

Dirinya menyayangkan pihak Jaksa Penuntut Umum tidak melihat fakta-fakta persidangan yang ada.

"Saya cuma menyayangkan satu, adalah JPU tidak melihat fakta-fakta persidangan, bahkan setelah kami pelajari dengan teliti. Ternyata dalam tuntutan jaksa itu, tidak mengambil secara penuh dan utuh kesaksian saksi-saksi, dan ahli-ahli yang telah dihadirkan dalam persidangan," ucap Aris Marasabessy.

32 halaman tersebur berisi kan poin-poin yang menyatakan jika Tio Pakusadewo adalah pecandu narkoba, dan bukan seorang pengedar seperti yang dituntut JPU.

"Poin utamanya satu sih sebenernya, bahwa om Tio ini merupakan pecandu narkotika, korban penyalahgunaan narkotika. Itu udah jelas dalam fakta persidangan seperti itu," tutur Arid

"Jadi kita tidak sepakat dengan rekan-rekan JPU mereka memakai pasal yang menurut kami keliru, mereka memakai pasal yang digunakan untuk peredaran gelap (pasal 112)," jelasnya.

Akan tetapi sidang Tio Pakusadewo dengan agenda pledoi harus ditunda lantaran ketua majelis hakim berhalangan hadir. Kemudain akan dilanjut pada 28 Juni 2018 mendatang.

Penulis: bayu indra permana
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas