Yang Dicemaskan Yayan Ruhian Tentang Masa Depan Pencak Silat
Menurut Yayan Ruhian, pencak silat mulai merambah Hollywood. Karena itu orang Indonesia harus termotivasi untuk menjaga kelestariannya.
Editor: Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM - Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman punya kerinduan seni bela diri pencak silat benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Menurut mereka, dengan pencak silat mulai merambah Hollywood, orang Indonesia harus termotivasi untuk menjaga kelestariannya.
"Generasi muda kita harus mengenal silat dengan lebih baik karena kalau orang lain bisa senang dengan silat kenapa generasi muda kita tidak. Lewat tren film Hollywood ini semoga semakin banyak yang menyukai silat," ucap Cecep saat ditemui dalam jumpa pers di Plaza Indonesia, kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Cecep Arif Rahman mengatakan tak ada alasan tak bangga akan pencak silat yang sudah dilirik dunia, baik dari segi film dan seni bela diri.
Baca: Gugup saat Bersaksi di Persidangan, Hilda Vitria Akhirnya Akui Pernah Menikah dengan Kriss Hatta
"Menurut saya itu suatu kebanggaan karena otomatis kalau ini dikenalkan lewat film Hollywood, jadi pasar internasional mengetahui silat tidak kalah dengan bela diri lain," ucapnya.
Hal senada diutarakan Yayan. Ia menilai pencak silat pencak silat kurang dilirik dibandingkan dengan bela diri dari luar negeri.
"Dulu kami mengenalkan silat dari satu panggung ke panggung lainnya, dan itu biasanya hanya ditonton beberapa orang yang menyukai bela diri," kenang Yayan.
Baca: Joe Taslim dan Yayan Ruhian Reunian di film Hit & Run
"Namun lewat film layar lebar, apalagi melalui film Hollywood, ini kebanggaan, kesempatan buat kami masyarakat pencak silat bisa memperkenalkan silat lebih ditonton generasi muda Indonesia," ucapnya.
Yayan berpendapat bila regenerasi atlet pencak silat di Tanah Air berhenti, bukan tidak mungkin ilmu bela diri asli Indonesia itu akan dipelajari pihak luar.
"Karena kami khawatir lima atau sepuluh tahun ke depan saat anak cucu kita ingin belajar silat, mereka harus diajar oleh bangsa luar," ucapnya.
"Saya hanya heran sering perguruan silat dengan biaya murah, bahkan gratis tapi orang malas. Dengan bela diri luar, harga mahal, sepuluh kali harga kita yang iuran katakanlah terserah, selalu jadi kebanggaan," sambungnya.
Yayan dan Cecep merupakan beberapa nama dari aktor laga Indonesia yang sukses membangkitkan kembali industri film laga.
Berawal dari film The Raid 2: Berandal, keduanya sering terlibat dalam satu film baik dalam maupun luar negeri, di antaranya Stars Wars: The Force Awakens (2015), Iseng (2016), dan Wiro Sableng 212 (2018).
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Yayan Ruhian Khawatir Orang Indonesia Harus Belajar Silat dari Orang Asing
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.