Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Review Film Bumi Manusia

Film Bumi Manusia tayang pada Kamis, 15 Agustus 2019. Tak sedikit yang penasaran dengan film adaptasi novel karya Pramoedya Ananta Toer tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Review Film Bumi Manusia
instagram.com/falconpictures_
Film Bumi Manusia 

Seiring berjalannya waktu Minke mulai terlibat bagai masalah yang menghampiri keluarga Nyai Ontosoroh dah Herman Mallemar.

Tentunya film Bumi Manusia bukan tentang kisah cinta Minke dan Annelies.

Lebih dari itu, film yang 80 persen syutingnya dilakukan di Yogyakarta memperlihatkan bagaimana Belanda dalam membentuk hukum yang hanya berpihak pada kaum mereka.

“Film ini dilakukan 80 persen di Yogyakarta dan melibatkan ribuan kru dari Yogyakarta,” ucap Hanung Bramantyo di Empire XXI Yogyakarta, Selasa (13/8/2019)

Bagi yang sudah membaca novel Bumi Manusia tentu tahu inti dari karya sastra yang ditulis Pramoedya Ananta Toer dari balik jeruji besi itu.

Banyak nilai tentang menghargai seseorang tanpa memandang ras dan warna kulit.

MERIAH - Tiga pemain utama film Bumi Manusia, Iqbaal Ramadhan, Ine Febrianti dan Mawar De Jongh saat hadir pada gala premier (pemutaran pertama) film yang kisahnya diangkat dari dua novel berjudul sama tulisan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Perburuan dan Bumi Manusia di Surabaya Town Square (Sutos), Jumat (9/8). Gala premier dua film itu dihadiri seluruh artis pendukung, sutradara, produser dan artis pendukung film yang lain dari Falcon Pictrures. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
MERIAH - Tiga pemain utama film Bumi Manusia, Iqbaal Ramadhan, Ine Febrianti dan Mawar De Jongh saat hadir pada gala premier (pemutaran pertama) film yang kisahnya diangkat dari dua novel berjudul sama tulisan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Perburuan dan Bumi Manusia di Surabaya Town Square (Sutos), Jumat (9/8). Gala premier dua film itu dihadiri seluruh artis pendukung, sutradara, produser dan artis pendukung film yang lain dari Falcon Pictrures. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

“Lebih dari sekedar nilai fisik, film ini ada sebuah value untuk belajar menghargai sesama. Tanpa melihat ras dan warna kulit,” ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Rekomendasi Untuk Anda

Ine Febryanti dianggap beberapa orang yang sudah mengikuti special screening film Bumi Manusi, berhasil memerankan sosok Nyai Ontosoroh.

Dalam film tersebut, Nyai Ontosoroh digambarkan sebagai sosok yang tegar dan berani melawan ketidakadilan.

“Kunci film ini ada di sosok Nyai Ontosoroh,” ujar Anto Hoed.

Hingga akhir film, emosi para penonton dibuat naik turun.

Meski dihujani pujian, film Bumi Manusia tak lepas dari kritikan.

Baca: Mawar de Jongh Emosi Didorong Hanung Bramantyo Saat Syuting Film Bumi Manusia

Secara jalannya cerita, film yang berdurasi tiga jam itu tak begitu membosankan. Hanya saja untuk ukuran film Indonesia, cukup terasa film tersebut berdurasi 3 jam.

Mengambil latar waktu di akhir tahun 1800-an akhir, arsitektur dan setting tempatnya rasanya kurang menggambarkan.

Beberapa design bangunan terlihat kalau itu hanya sebuah bangunan semi permanen.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas