Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Merasa Tak Perlu Cemas Apabila Arya Laporkan Balik Kliennya, Ini Alasan Kuasa Hukum Karen Pooroe

Polres Jakarta Selatan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus dugaan pengeroyokan yang dibuat Karen Pooroe.

Merasa Tak Perlu Cemas Apabila Arya Laporkan Balik Kliennya, Ini Alasan Kuasa Hukum Karen Pooroe
KOMPAS.com REVI C RANTUNG / MELVINA TIONARDUS
Arya Satria Claproth (kiri), Karen Pooroe (kanan) antar putrinya ke peristirahatan terakhir 

TRIBUNNEWS.COM - Wemmy Amanupunyo, kuasa hukum penyanyi Karen Pooroe, menyatakan tidak khawatir bila Arya Satria Claproth melaporkan balik kliennya.

"Silakan (lapor balik), kami enggak khawatir sama sekali kok. Karena yang Mbak Karen lakukan di rumah Arya itu satu ingin bertemu dengan anaknya," ucapnya saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).

Sebagai informasi, Arya Satria Claproth menuntut Karen Pooroe untuk meminta maaf melalui tiga surat kabar ternama di Indonesia dalam waktu tiga hari ke depan.

Baca: Dituduh Pernah Alami Masalah Kejiwaan, Arya Sebut Karen Pooroe Palsukan Identitas di RS

Permintaan Arya itu mengingat laporan Karen Pooroe dengan kasus dugaan pengeroyokan dan penodongan pistol atas terlapor dirinya dan keluarga, diberhentikan polisi.

Jika tidak meminta maaf, Arya Satria Claproth berencana melaporkan balik Karen Pooroe ke pihak berwenang terkait Delik Pengaduan Fitnah.

Baca: Karen Pooroe Dituding Arya Satria Claproth Bikin Laporan Palsu, Ini Dalih Pengacaranya

Menanggapi permintaan Arya, Wemmy mengaku bisa saja malaporkan Arya kembali terkait meninggalnya sang buah hati, Zefania Carina.

"Kita bisa balikin sekarang kesaksiannya palsu dong bilang anaknya jatuh dari lantai atas, karena enggak ada yang melihat," tegasnya.

Sebagai informasi, Zefania meninggal dunia karena diduga jatuh dari lantai enam balkon apartemen Arya. Karen menilai meninggalnya sang buat hati tidak wajar.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas