Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jadi Saksi Perjanjian Syakir Daulay dan Pro Aktif, Derry 4 Sekawan Sebut Ada Keluarga Mendampingi

Pelawak Derry 4 Sekawan atau Derry Sudarisman buka suara saat dirinya diminta menjadi saksi transaksi akun YouTube Syakir Daulay dan Pro Aktif.

Jadi Saksi Perjanjian Syakir Daulay dan Pro Aktif, Derry 4 Sekawan Sebut Ada Keluarga Mendampingi
istimewa/Dok. SCTV
Syakir Daulay berakting dalam sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 13 

"Jangan saling ngotot-ngototan, nanti capek," tambahnya.

Sekedar info, Syakir Daulay dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Agi Sugiyanto sebagai pemilik label Proaktif.

Syakir dianggap telah mencemarkan nama baik usai mengatakan channel YouTubenya diretas.

Padahal menurut pengakuan pihak Proaktif akun YouTube tersebut dibeli oleh pihak mereka seharga Rp 200 juta.

Baca: Prilly Latuconsina Tetap Berikan Gaji dan THR Karyawan, Tak Pikirkan Keuntungan Saat Wabah Corona

Baca: Plesetkan Nama Marga, Andre dan Rina Nose Dipolisikan, Pelapor: Ini Bicara Latuconsina, Bukan Prilly

Syakir Daulay didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, dalam jumpa pers di Jakarta, akhir pekan lalu.
Syakir Daulay didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, dalam jumpa pers di Jakarta, akhir pekan lalu. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Syakir Tak Paham Perjanjian karena Terdesak Butuh Uang

Sebelumnya, Syakir Daulay bersama kuasa hukumnya, Haris Azhar, buka suara melalui jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2020).mengaku tak paham saat menandatangani kontrak dengan Pro Aktif Februari 2020 lalu.

Dalam konprensi pers itu, diakui jika Syakir sedang dalam kondisi terdesak, sehingga tak memahami dengan baik isi kontrak.

"Memang sedang terdesak kan (butuh uang), enggak ditemenin siapa-siapa," kata Syakir.

Haris berujar, Syakir tak hanya diberikan uang, tapi bahkan dijanjikan akan diberikan mobil, serta tempat tinggal.

"Itu kayak keuntungan yang diberikan lebih dulu semacam deposito atau apa," kata Haris.

Kendati demikian, Haris mengatakan kontrak tersebut seharusnya batal lantaran Syakir masih di bawah umur dan tak didampingi.

"Kontrak yang pertama Syakir masih di bawah umur, jadi otomatis kontraknya itu batal secara hukum," jelas Haris.

"Jadi ada kebohongan keluarga ikut jadi wali, itu enggak ada," sambungnya.

Ikuti kami di
Penulis: bayu indra permana
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas