Polisi Sebut Reza Artamevia Beli Sabu 0,78 Gram Senilai Rp1,2 Juta
Polisi mengungkap penyanyi Reza Artamevia membeli narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,78 gram. Ini dibeli dengan harga Rp1,2 juta.
Penulis: Reza Deni
Editor: Anita K Wardhani
"Tidak termasuk dengan 2016 lalu," ucap Yusri.
Adapun Reza mulai mengonsumsi narkoba jenis sabu ketika pandemi Covid-19.
"Yang bersangkutan dari hasil pemeriksaan, sekitar 4 bulan selama pandemi Covid-19 di rumah saja, itu pengakuannya," lanjutnya
Kepolisian sendiri masih melakukan pendalaman pengakuan Reza terkait hal itu.
"Motif juga kami dalami. Setiap orang yang ditangkap, publik figur, memang mengisi kekosongan waktu di rumah saja," pungkas Yusri.
Kasus Kedua
Seperti diketahui, ini menjadi kali kedua ibunda Aaliyah Massaid itu tersandung kasus narkoba setelah sebelumnya pada 2016 ia diamankan di Nusa Tenggara Barat bersama Gatot Brajamusti.
4 tahun silam, tepatnya pada 29 Agustus 2016 Reza Artamevia diamankan karena kasus narkoba. Ia diamankan bersama Gatot Brajamusti.
Saat itu, Reza Artamevia memang tengah bersama Gatot Brajamusti sebuah hotel mewahdi Mataram NTB.
Pada saat itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa anak bungsu Reza, Aaliyah Massaid, sering melihat Reza mengonsumsi narkoba.
Saking seringnya Reza melakukan hal tersebut, Aaliyah jadi membiarkan sang bunda berbuat demikian.
Saat itu, mantan istri mendiang Adjie Massaid ini lepas dari jeratan hukuman penjara. Mengapa?
Kamis (1/9/2016) kasus Reza Artamevia dan tiga orang rekannya dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB, lantaran diduga hanya sebagai pengguna.
Hal tersebut karena saat dilakukan penggerebekan, polisi tak menemukan barang haram tersebut dari Reza.
Lain hal dengan guru spiritualnya, Aa Gatot dan istrinya. Barang haram ini ditemukan langsung di kantong celananya dan tas milik istri Gatot Brajamusti.
Reza dibawa menuju ke kantor BNNP NTB untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan beberapa tes lainnya.
BNNP NTB pun memberikan keputusan Reza Artamevia menjalani rehabilitasi.
Tetapi, bukan rehabilitasi inap melainkan rehabilitasi rawat jalan dengan alasan mereka bukan pecandu melainkan hanya coba-coba.