Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak

Sang Suami Sebut Suara untuk Iyeth Bustami di Pilkada Bengkalis Pecah, Warga Tak Antusias

Tim Iyeth Bustami dan Kaderismanto sudah melakukan survey mengapa bisa kalah dan mendapatkan hasil suara kecil dalam Pilkada itu.

Sang Suami Sebut Suara untuk Iyeth Bustami di Pilkada Bengkalis Pecah, Warga Tak Antusias
Dok pribadi
Iyeth Bustami dan suaminya, Eka Sapta. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Iyeth Bustami mendapatkan hasil suara kecil dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dalam Pilkada Serentak 2020, Iyeth Bustani mencalonkan diri menjadi calon wakil Bupati mendampingi Kaderismanto yang menjadi calon Bupati.

Dari hasil hitung cepat, Kaderismanto dan Iyeth Bustami yang terdaftar dalam nomor urut satu itu, berada diposisi terakhir dengan suara 19,1 persen.

Baca juga: Iyeth Bustami Maju Pilkada Bengkalis, Tetap Berharap Menang, Bongkar Peta Politik Awal

Baca juga: Suami Iyeth Bustami Menduga Ini Jadi Penyebab Perolehan Suara Paling Terakhir di Pilkada Bengkalis

Walau baru hitung cepat, Iyeth Bustami mengaku tidak sakit hati dengan hasil sementara yang dikeluarkan oleh Lembaga Survey yang menangani dalam hitung cepat.

"Pastinya Iyeth dan pa Kaderismanto menerima ya. Cuma kami masih kawal terus sampai hasil resminya keluar. Ya masih berharap menang lah," kata suami Iyeth Bustami, Eka Sapta Nugraha eksklusif kepada Warta Kota.

Eka mengungkapkan kalau Iyeth berusaha menekankan dirinya bahwa Pilkada Serentak 2020 di Bengkalis, adalah sebuah kompetisi yang tentunya ada menang dan ada kalahnya.

Dijuluki Queen of Dangdut Melayu, Iyeth Bustami Bongkar Bayaran Pertamanya
Dijuluki Queen of Dangdut Melayu, Iyeth Bustami Bongkar Bayaran Pertamanya (Instagram @iyethbustami24)

"Cuma masalah bagaimana kita menyikapi kita menang dan kalah. Jadi kalau memang kalah, berarti kembali lagi Allah belum menakdirkan Iyeth menang. Kami menerima hasilnya apapun," ucapnya.

"Karena konsekuensi awal, jika Iyeth ikut Pilkada, dia harus bisa menerima konsekuensi awal baik menang atau apalagi kalah," tambahnya.

Eka mengatakan wanita berusia 47 tahun itu tidak bisa memaksakan masyarakat Bengkalis, Riau memilih dan memenangkan dirinya dalam Pilkada Serentak 2020 tersebut.

Bahkan, Eka menyebut tim Iyeth dan Kaderismanto sudah melakukan survey mengapa bisa kalah dan mendapatkan hasil suara kecil dalam Pilkada itu.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis Kaderismanto dan Sri Barat atau Iyeth Bustami
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis Kaderismanto dan Sri Barat atau Iyeth Bustami (TribunSumsel.com/Istimewa)

"Memang peta politik kan terpecahkan ya dengan pasangan calon nomor 4. Nah pasangan calon nomor 4 itu satu kampung dan daerah sama Iyeth. Karena Iyeth sebagai Wakil Bupati, jadi masyarakat kurang antusias ya memilih Iyeth di Kabupaten Bengkalis," jelasnya.

Lebih lanjut, Eka Sapta Nugraha mengungkapkan kalau masyarakat Bengkalis menaruh harapan Iyeth Bustami mencalonkan diri jadi Bupati disana.

"Cuma kembali lagi, kami menerima semuanya. Kalau memang tidak menang, mba Iyeth kembali pada jalurnya. Dia akan tetap berkarya dan menciptakan lagu," ujar Eka Sapta Nugraha.

Ikuti kami di
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas